BOYOLALI, Lingkarjateng.id – Ketua Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Tugiman B. Semita, mendorong pembentukan komunitas Duta Tani di 12 kabupaten/kota wilayah Karesidenan Kedu dan Surakarta. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat komunikasi antarpelaku pertanian, memperluas pertukaran pengetahuan, serta membantu petani mencari solusi atas persoalan di lapangan.
Dorongan tersebut disampaikan Tugiman dalam pengukuhan Duta Tani PKS se-Karesidenan Kedu dan Surakarta di Aula Bungalow Tersenyum, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan, diskusi, dan pertukaran pengalaman selama dua hari, 17–18 Oktober 2026.
Sebanyak 85 Duta Tani dari 12 kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diharapkan menjadi penghubung antara BPPN PKS Jawa Tengah dan kelompok petani di wilayah masing-masing.
Tugiman yang juga anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKS menegaskan, pengukuhan para duta perlu ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat pertanian.
“Para Duta Tani harus membangun komunitas di kabupaten masing-masing. Dengan adanya komunitas, komunikasi dengan petani bisa berjalan lebih baik, pengalaman dapat dibagikan, dan persoalan yang dihadapi di lapangan bisa dibahas bersama untuk mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan setempat,” ujar Tugiman.
Menurutnya, pembentukan komunitas dapat menjadi langkah awal untuk membangun jaringan pendampingan yang berkelanjutan. Melalui wadah tersebut, para duta dapat menghimpun persoalan petani, bertukar informasi mengenai praktik budidaya, serta mendiskusikan kebutuhan kelompok tani berdasarkan kondisi daerah.
Tugiman menilai tantangan sektor pertanian di setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Faktor lahan, jenis komoditas, dan kemampuan petani menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan yang sesuai. Karena itu, pengalaman dari satu daerah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain tanpa mengabaikan kondisi setempat.
Ia meminta para Duta Tani memulai kegiatan melalui langkah sederhana, seperti mengadakan pertemuan berkala, membahas kendala budidaya, berbagi pengalaman, hingga mendata kebutuhan kelompok tani. Hasil komunikasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program pendampingan yang lebih tepat sasaran.
“Jangan menunggu kegiatan besar untuk mulai bergerak. Bangun komunitas di wilayah masing-masing, jalin komunikasi dengan kelompok tani, dengarkan persoalan mereka, dan lakukan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan. Dari situ, kita bisa membangun kerja sama dan mengembangkan program yang lebih terarah,” ujar Tugiman.
Selain memperkuat jaringan di tingkat lokal, ia mendorong kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan. Pertukaran pengalaman dinilai dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkenalkan pendekatan baru yang dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.
Tugiman juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Menurut dia, penguatan pengetahuan perlu disertai kemampuan mengelola usaha, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan menjaga keberlanjutan produksi.
Melalui pengukuhan 85 Duta Tani tersebut, BPPN DPW PKS Jawa Tengah menargetkan terbentuknya komunitas aktif di 12 kabupaten/kota wilayah Karesidenan Kedu dan Surakarta. Keberadaan komunitas diharapkan dapat membantu menghimpun aspirasi petani secara lebih terstruktur untuk menjadi bahan perencanaan kegiatan pendampingan selanjutnya.
“Ukuran keberhasilan Duta Tani bukan hanya jumlah orang yang dikukuhkan, tetapi bagaimana mereka hadir dan memberi manfaat bagi petani di daerah masing-masing. Saya berharap para duta menjadi penghubung yang aktif, mau berbagi pengetahuan, dan terus membangun komunitas agar pertanian di Jawa Tengah semakin berkembang,” kata Tugiman.
Editor: Muslichul Basid





























