SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan kondisi kebakaran di Gunung Lawu mengalami perkembangan. Berdasarkan data sistem pemantauan SiPongi, jumlah titik api meningkat dari sebelumnya 10 titik menjadi 36 titik.
Selain bertambahnya titik api, luas area yang terdampak kebakaran di Gunung Lawu diperkirakan mencapai 230 hektare berdasarkan data yang diperoleh pada malam sebelumnya. Sejumlah titik masih menunjukkan adanya kebakaran aktif.
“Bertambah menjalar tentunya,” ujar Bergas saat dihubungi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, salah satu lokasi yang sulit dipadamkan berada di kawasan Cemoro Kandang. Medan yang terjal, berbukit, dan memiliki banyak lembah menjadi tantangan bagi petugas dalam menjangkau titik kebakaran.
Pemadaman melalui udara menggunakan helikopter atau water bombing juga belum bisa dilakukan secara optimal. Ketebalan awan dan asap, disertai angin kencang serta hujan, menghambat jarak pandang pilot.
Bergas menyebutkan, upaya water bombing pada Selasa telah dilakukan sebanyak dua kali. Padahal, pada hari sebelumnya direncanakan empat sorti penerbangan, tetapi pelaksanaannya juga terkendala kondisi cuaca.
“Kalau di Cemoro Kandang ini melihat asapnya berat juga. Medannya tinggi, terjal, dan berlembah-lembah. Kalau menggunakan helikopter, kemudian tertutup awan, itu juga berisiko,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemadaman melalui jalur darat tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan keselamatan personel. Sekitar 70 personel dilaporkan bergerak menuju kawasan Gunung Lawu pada Selasa pagi, dengan kemungkinan penyesuaian kekuatan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Bergas juga mengungkapkan, dugaan awal penyebab kebakaran di Gunung Lawu berkaitan dengan aktivitas manusia. Relawan yang berada di lokasi menemukan cangkul dan bekas tempat pembuatan arang di sekitar area kebakaran. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa yang melakukan aktivitas tersebut.
53 Titik Panas Muncul di Gunung Sumbing
Sementara kebakaran di Gunung Sumbing, Bergas mengatakan hingga kini masih dalam penanganan. Berdasarkan pemantauan citra satelit, terdapat 53 titik panas atau hotspot di kawasan tersebut. Adapun luas area yang terbakar hingga kini belum teridentifikasi secara pasti.
“Api dilaporkan merambat ke wilayah perbatasan Kabupaten Magelang dan mendekati Kabupaten Temanggung. Berbeda dengan Gunung Lawu yang didominasi kawasan pepohonan, vegetasi sabana di Gunung Sumbing membuat api berpotensi merambat lebih cepat,”katanya.
Untuk penanganan di Gunung Sumbing, sekitar 300 personel yang terdiri atas relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, dan Polri disiapkan untuk melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat.
Bergas menjelaskan, berdasarkan koordinasi lintas daerah, penanganan masih difokuskan pada pemadaman darat. Statusnya belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat sehingga pengerahan bantuan udara masih menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan penanganan.
“BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan BNPB untuk mengoptimalkan dua helikopter yang disiagakan di wilayah Karanganyar dan Bandara Adi Soemarmo agar dapat mendukung pemadaman apabila kondisi memungkinkan,”katanya.
Terkait penyebab kebakaran di Gunung Sumbing, Bergas mengatakan dugaan sementara juga mengarah pada faktor aktivitas manusia. Namun, penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Ia menambahkan, kondisi kemarau yang membuat vegetasi mengering turut meningkatkan kerentanan kawasan hutan terhadap kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat dan pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di kawasan gunung maupun hutan.
Berdasarkan perkiraan cuaca BMKG yang disampaikan Bergas, hujan diperkirakan mulai turun secara bertahap pada November, sebelum berpotensi menjadi lebih rutin pada Desember.
BPBD Jateng memastikan upaya penanganan kebakaran tetap mengutamakan keselamatan petugas. Untuk sementara, aktivitas pendakian di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing ditutup. Sebanyak 152 pendaki yang sebelumnya berada di Gunung Sumbing dilaporkan telah turun dari gunung pada malam sebelumnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Muslichul Basid





























