SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak tiap kabupaten dan kota mendukung pengembangan wisata ramah muslim.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi potensi wisata sekaligus menyiapkan fasilitas pendukung agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
“Rata-rata kabupaten dan kota sudah menyiapkan antara 10 sampai 15 tempat. Baik itu kuliner, wisata, maupun perhotelan, semuanya sudah disiapkan dengan baik untuk pengembangan wisata ramah muslim pada 2027,” ungkapnya.
Salah satu daerah yang telah menerapkan konsep tersebut adalah Kampung Wisata Kandri di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kawasan ini menjadi salah satu percontohan pengembangan wisata ramah muslim di lingkungan desa wisata.
Pemprov Jateng juga mendorong kesiapan sektor pendukung, seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Peningkatan kualitas fasilitas dan layanan dinilai penting untuk memberikan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman.
Hanung menjelaskan bahwa pengembangan wisata ramah muslim tidak terbatas pada destinasi religi. Seluruh objek wisata di Jawa Tengah diharapkan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dengan mengutamakan kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kedisiplinan.
“Semua tempat wisata ini diharapkan menjadi tempat wisata yang ramah muslim. Ramah muslim tidak hanya berkaitan dengan syariah, tetapi juga mengedepankan kebersihan, ketaatan, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan,” kata Hanung dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Penerapan konsep wisata ramah muslim harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kemudahan akses dan komunikasi hingga kondisi lingkungan serta mutu pelayanan. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya mendapatkan fasilitas yang sesuai kebutuhan, tetapi juga kenyamanan selama berkunjung.
“Wisatawan itu adalah raja, harus kita buat senyaman dan seaman mungkin. Karena itu, pelayanan perlu disiapkan dengan baik agar mereka mendapatkan pengalaman wisata yang berkualitas,” ujarnya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi wisata ramah muslim di tingkat nasional. Sebelumnya, Jateng berhasil meraih peringkat kedua sebagai destinasi pariwisata ramah muslim terbaik nasional dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Penghargaan itu diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 16 Oktober 2026.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa





























