KENDAL, Lingkarjateng.id – Masyarakat Kabupaten Kendal kini dapat mengakses informasi terkait layanan Dinas Sosial (Dinsos) selama 24 jam melalui inovasi Sistem Layanan Informasi Kelembagaan (SAPA DINSOS) berbasis WhatsApp Bot.
Inovasi tersebut diluncurkan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, pada Kamis 22 Oktober, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi digital agar lebih mudah, cepat, dan praktis dijangkau masyarakat.
Bupati Tika mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Terlebih, WhatsApp merupakan aplikasi yang sudah akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Di era digital, masyarakat semakin membutuhkan akses informasi yang mudah, praktis, dan dapat dijangkau melalui perangkat yang digunakan sehari-hari. Oleh karena itu, pemanfaatan WhatsApp Bot merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan layanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, melalui SAPA DINSOS, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai kelembagaan dan berbagai layanan Dinas Sosial tanpa harus datang langsung ke kantor hanya untuk menanyakan persyaratan maupun prosedur pelayanan.
“Selain mempermudah akses informasi, inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterbukaan informasi, memperluas jangkauan pelayanan, serta memperkuat komunikasi antara Dinas Sosial dengan masyarakat dan para mitra kelembagaan,” harapnya.
Bupati Tika berpesan agar SAPA DINSOS tidak berhenti sebagai inovasi semata, tetapi terus dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan. Informasi yang disampaikan harus akurat, jelas, mudah dipahami, serta diperbarui secara berkala.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan informasi. Kemudahan akses harus tetap memperhatikan kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, serta warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
“Saya berharap SAPA DINSOS tidak hanya menjadi sebuah inovasi teknologi, tetapi juga menjadi simbol perubahan cara kerja dan budaya pelayanan sosial di Kabupaten Kendal,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubbag Umum Dinsos Kendal, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa SAPA DINSOS digagas untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi layanan sosial yang selama ini kerap ditanyakan secara berulang.
Menurut Sri Wahyuni, sebelum inovasi ini dikembangkan, sejumlah warga harus menunggu jawaban dari admin ketika menanyakan informasi yang sama. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang terpaksa pulang karena belum membawa persyaratan yang dibutuhkan saat datang ke kantor Dinas Sosial.
“Banyak aduan dan pertanyaan masyarakat yang sama dan berulang. Kalau harus dijawab satu per satu melalui admin, tentu membutuhkan waktu. Ada juga warga yang sudah datang ke kantor, tetapi akhirnya harus pulang karena persyaratannya belum lengkap,” jelasnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, pihaknya menilai WhatsApp Bot menjadi solusi yang lebih efisien. Selain mudah digunakan, layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi awal kapan saja tanpa harus menyesuaikan dengan jam operasional kantor.
“Melalui SAPA DINSOS, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi layanan, mulai dari pengaduan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), adopsi, Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), rehabilitasi sosial, santunan kematian, program magang mahasiswa, usulan Penerima Bantuan Iuran (PBI), hingga pembaruan data perlindungan sosial (Perlinsos),” lanjutnya.
Ia berharap, kehadiran SAPA DINSOS dapat membantu masyarakat memahami alur pelayanan dan menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan atau datang langsung ke kantor.
“Jadi masyarakat bisa mendapatkan informasi on time tanpa menunggu dan hemat biaya tidak perlu datang ke Dinsos,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid





























