Pati (lingkarjateng.id) – Saban hujan turun, bagi Syaiful Anam warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati bersama keluarga kecilnya kerap khawatir. Atap rumah yang rusak membuat air merembes ke dalam rumah.
Bangunan rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah juga membuat tempat tinggalnya jauh dari kata nyaman. Bagi Syaiful yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit, memiliki rumah yang aman dan layak menjadi harapan besar bersama keluarganya.
Namun, kondisi itu telah berubah. Rumah yang sebelumnya berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah kini telah direnovasi menjadi bangunan permanen. Lantai rumah sudah berkeramik, dindingnya menggunakan batu bata, dan atapnya telah diperbaiki.
Perubahan tersebut membuat Syaiful bisa bernapas lega. Keluarganya kini dapat tinggal lebih nyaman tanpa dihantui kebocoran saat hujan maupun udara panas yang menyengat pada siang hari.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami mau direnovasi, saya sudah sangat senang. Sampai akhirnya selesai, pastinya makin senang,” ungkap Syaiful saat menerima bantuan RSLH di Pendapa Kabupaten Pati pada Rabu (21/10).
Sebelum rumahnya diperbaiki, ia mengaku kerap menghadapi berbagai persoalan. Selain kebocoran, kondisi rumah yang masih sederhana juga membuat anaknya kesulitan tidur pada siang hari. Bahkan, ular terkadang masuk lewat bagian belakang rumah.
“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bata, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga,” tuturnya.
Bagi Anam, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga menghadirkan ketenangan bagi keluarganya. Ia berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak warga yang memiliki kesempatan tinggal di rumah layak huni.
“Semoga program ini terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” imbuhnya.
Melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), sebanyak 12 rumah warga di dua desa mendapatkan bantuan renovasi dan pembangunan ulang dengan total nilai tak kurang dari Rp840 juta.
Dari jumlah tersebut, tujuh rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, sedangkan lima rumah lainnya berada di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo. Setiap rumah mendapatkan bantuan dengan nilai sekitar Rp70 juta.
Serah terima manfaat program itu dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10). Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bantuan rumah layak huni menjadi dukungan berarti bagi masyarakat yang masih membutuhkan perbaikan tempat tinggal.
Ia menyebut, masih banyak rumah di Kabupaten Pati yang membutuhkan perhatian. Karena itu, keterlibatan pihak swasta dinilai dapat membantu pemerintah daerah memperluas jangkauan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pati tentu mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian kepada masyarakat Pati melalui program Rumah Sederhana Layak Huni. Bantuan ini merupakan suatu anugerah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Risma berharap kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan tidak berhenti pada program perbaikan rumah, tetapi juga berkembang ke bidang lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu keluarga yang membutuhkan,” bebernya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan dan renovasi rumah dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penghuni serta kebutuhan masing-masing keluarga.
Penataan ruang, mulai dari kamar tidur, dapur hingga fasilitas sanitasi, disesuaikan agar rumah dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan sehat bagi penghuninya.
Menurutnya, rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan produktivitas keluarga. Kondisi hunian yang lebih baik diharapkan turut mendukung tumbuh kembang anak serta kesejahteraan penghuninya.
“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa mereka perlu diberikan tempat yang layak. Sehinggaberpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga yang masih punya anak kecil,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program RSLH melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. “Selama proses pembangunan atau renovasi, bantuan diberikan secara menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan,” jelasnya.
Masyarakat setempat juga dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong. Melalui pendekatan tersebut, program tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga mendorong kebersamaan di lingkungan warga. (lingkar network)***





























