PEMALANG, Lingkarjateng.id — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong komunikasi terbuka dalam penanganan kasus perundungan siswa di Kabupaten Pemalang.
Taj Yasin mengungkapkan bahwa keluarga korban menginginkan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pihak sekolah agar menghasilkan penanganan yang adil. Selain itu, ia menilai, komunikasi yang terjalin dengan baik dapat membantu mendeteksi persoalan yang dialami anak lebih dini sehingga dapat segera ditangani.
“Keluarga korban itu ingin ada komunikasi, ada koordinasi, ada keterbukaan,” ujarnya usai mengunjungi keluarga korban Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, kasus perundungan di sekolah perlu menjadi perhatian semua pihak yang terlibat, termasuk sekolah dan pihak-pihak terkait dalam proses penanganan.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga memberikan tali asih dan bantuan modal usaha kepada keluarga korban.
Sebelumnya, Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan di sekolah.
Dalam proses hukum, dua anak berusia di bawah 12 tahun yang berhadapan dengan hukum diarahkan menjalani pembinaan selama enam bulan di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Antasena, Magelang, berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Pemalang. (adv)

Editor: Ulfa





























