Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus menggenjot percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat di tingkat perdesaan.
Keberadaan KDMP dinilai sangat krusial sebagai instrumen penyaluran subsidi, pemenuhan sarana-prasarana, sekaligus motor penggerak ekonomi lokal desa.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di perdesaan melalui KDMP harus berjalan secara berkesinambungan dan lengkap.
Dalam kegiatan Kunjungan Kerja di KDMP Bergas Kidul, Ahmad Luthfi menemukan sejumlah kendala yang menjadi dasar KDMP di Jateng belum bisa beroperasional sepenuhnya, termasuk di Kabupaten Semarang.
Mulai dari kurangnya sarana dan prasarana (sarpras) seperti kendaraan KDMP, bangunan KDMP, dan lainnya, hingga masalah belum selesainya proses verifikasi dan validasi (verval) terhadap kesiapan fisik, administratif, serta sarpras masing-masing KDMP sebelum beroperasi.
“Kenapa kita lakukan pengecekan? Agar kita bisa segera melakukan evaluasi dari sekian kendala yang ditemui di KDMP ini, jenis apanya, dari bentuknya apa, kemudian dari support-nya apa, dan bahan pokok penting yang itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat desa di mana KDMP itu berdiri yang merupakan bantuan atau subsidi harus ada dan lengkap,” jelasnya.
Ahmad Luthfi mengungkapkan, seperti di Kabupaten Semarang proses beroperasionalnya KDMP di wilayah tersebut ada beberapa diantaranya menemui sejumlah kendala, meski para manager sudah siap menjalani tugasnya.
“Meski demikian, para manager yang sudah siap bekerja ini tapi KDMP-nya belum beroperasi ini bisa belajar di KDMP yang sudah beroperasional, contoh disini di KDMP Bergas Kidul yang sudah beroperasi,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga memberikan target bagi KDMP di Kabupaten Semarang yang belum beroperasi, selama dua minggu kedepan agar KDMP yang belum beroperasi sudah bisa beroperasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang ada dengan dibantu pihak-pihak terkait.
“Dengan begitu, mereka juga akan bisa tahu apa yang harus dilakukan dengan prinsip dua minggu kedepan mereka sudah bisa beroperasional khusus di wilayah Kabupaten Semarang ini,” tegasnya.
Ia menyebut, KDMP yang ada di Jateng jumlahnya mencapai 8.523 unit KDMP. Sedangkan 5.000 diantaranya sudah beroperasi dan 3.523 KDMP kata Ahmad Luthfi belum beroperasi.
“Sehingga ini kita dorong secepatnya agar bisa beroperasi secara keseluruhannya, termasuk nanti KDMP ini juga bisa bekerja sama dengan pelaku UMKM yang ada, modelnya nanti konsentrasi hubungan antara UMKM dengan KDMP,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bergas Kidul, Heri Nugroho menyambut baik dengan kunjungan dari Gubernur Jateng, dan menjadikan KDMP Bergas Kidul itu merupakan sebuah salah satu role model bagi KDMP lainnya di Kabupaten Semarang yang sudah resmi beroperasi.
“Alhamdulillah KDMP Bergas Kidul ini sudah beroperasional dan disambut baik oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap, adanya KDMP bisa mampu menjadi soko guru dan jadi tulang punggung untuk kemajuan pembangunan masyarakat desa, termasuknya masyarakat Desa Bergas Kidul, khususnya kemajuan ekonomi masyarakat setempat. (lingkar network/Hesty)***
Editor : Ady Arfian






























