KENDAL, Lingkarjateng.id – Perbaikan Jalan Kaliwungu–Boja di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan kini dalam tahap pemasangan tiang pancang.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan kondisi Jalan Kaliwungu–Boja ambles karena longsor cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan perbaikan ruas jalan Kaliwungu–Boja sudah dimulai sejak tanggal 19 Oktober 2026. Ini memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat karena kondisinya berpotensi membahayakan, mengingat longsornya cukup parah,” ujarnya saat meninjau perbaikan jalan pada Rabu, 28 Oktober 2026 sore.
Pekerjaan memasuki tahap persiapan pemasangan tiang pancang. Sebanyak 18 tiang pancang berdiameter 50 sentimeter akan digunakan sebagai fondasi untuk memperkuat konstruksi penahan tanah.
“Ini sudah akan mulai pemasangan tiang pancang, masih menyiapkan alatnya terlebih dahulu. Menggunakan 18 tiang pancang diameter 50 sentimeter. Harapannya, konstruksi ini lebih kuat, aman, dan awet,” terangnya.
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar untuk Perbaikan
Selain memperkuat fondasi, juga ada penambahan bahu jalan selebar tiga meter. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih aman bagi pengguna jalan, mengingat kondisi sebelumnya sangat mepet dengan jurang.
“Kalau kemarin bahu jalannya hanya setengah meter, sangat mepet sekali. Jalan langsung berbatasan dengan jurang, sehingga ketika ambrol langsung longsor ke jurang,” ungkapnya.
Bupati Tika menjelaskan, semula pemerintah daerah berencana menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan tersebut. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kebutuhan anggaran cukup besar sehingga perbaikan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.
“Anggaran BTT yang tersedia sudah sangat terbatas, sehingga akhirnya kita anggarkan melalui APBD Perubahan sebesar Rp1,2 miliar. Mungkin banyak warga yang bertanya mengapa perbaikannya cukup lama, tetapi sekarang pekerjaan sudah berjalan,” terangnya.
Pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung 50 hari kalender dan diharapkan rampung sesuai target sekitar pertengahan Desember 2026, sehingga jalan sudah dapat digunakan dengan lebih aman saat libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sudaryanto, menjelaskan bahwa pekerjaan telah berjalan sekitar satu minggu.
Tahap awal difokuskan pada persiapan lokasi dan pemasangan tiang pancang yang ditargetkan berlangsung selama tiga hari.
“Untuk pemancangan ada 18 titik dengan kedalaman sekitar 12 meter. Setelah itu, dilanjutkan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) sepanjang 35 meter. Sementara panjang jalan yang ditangani sekitar 65,6 meter,” jelasnya.
Sudaryanto mengatakan hingga saat ini pekerjaan berjalan tanpa kendala berarti. Tim pelaksana terlebih dahulu menyiapkan lokasi agar alat berat dapat bekerja secara optimal sebelum proses pemancangan dimulai.
Setelah pemancangan selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan DPT secara bertahap dari bagian bawah. Sisa tiang pancang akan dikupas, kemudian tulangannya disambungkan dengan tulangan fondasi sebelum dilakukan pengecoran.
“Setelah fondasi selesai, baru kita kerjakan DPT bagian atas. Kalau pekerjaan penahan tanah sudah selesai, tahap berikutnya adalah pengecoran jalan,” paparnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































