KENDAL, Lingkarjateng.id – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Kendal didorong berpartisipasi memperkuat program-program strategis di Jawa Tengah.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendal, Salomina Meyke Saliama, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) menjalin sinergi dengan BPD dan pemerintah desa dalam menangani berbagai persoalan di tingkat desa.
“Sinergi bersama Dispermasdes, BPD, dan pemerintah desa sudah kami lakukan dalam menangani berbagai persoalan di desa. Di antaranya konflik sosial di Desa Bulak dan Kedunggading, perkara yang melibatkan anak di bawah umur di Kaliwungu, serta kegiatan penerangan hukum,” jelasnya, Kamis, 5 November 2026.
Kejari Kendal juga mengajak keterlibatan BPD dalam pelaksanaan dan pengawasan bantuan sosial, salah satunya bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Kami berharap keterlibatan BPD semakin kuat, termasuk dalam pelaksanaan bantuan sosial. Dengan demikian, pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
19 DPK dan 1.100 Anggota ABPEDNAS Pekalongan Dikukuhkan, BPD Diminta Aktif Kawal Aspirasi Desa
Kejari bersama pemerintah dan ABPEDNAS berkomitmen untuk terus memperluas serta memperkuat sinergi. Berbagai kegiatan pendampingan dan penegakan hukum diharapkan dapat memberikan dampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Harapannya, seluruh kegiatan pendampingan dan penegakan hukum ini dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa, sejalan dengan arahan program Asta Cita Presiden,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, memberikan arahan agar program-program yang dijalankan pemerintah juga terbuka untuk penyandang disabilitas.
Menurut Subroto yang juga menjabat Dewan Pembina ABPEDNAS Jawa Tengah menuturkan bahwa perhatian terhadap kelompok disabilitas perlu terus ditingkatkan, termasuk dalam bidang olahraga.
Ia mencontohkan adanya atlet Jawa Tengah yang berhasil meraih medali dalam cabang olahraga lari di Bangkok, Thailand.
“Mungkin ke depan saya akan meminta kepada Ibu Bupati agar ada tambahan anggaran, sehingga tunas-tunas bangsa bisa membawa nama harum Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Selain itu, Teguh berharap Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan perhatian terhadap kondisi honorarium anggota BPD yang hingga kini dinilai masih minim.
Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan anggota BPD diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































