SEMARANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengancam akan memecat pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah jika terbukti melakukan kelalaian dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026.
Hal itu disampaikan Luthfi menyusul menyusul meninggalnya dua atlet selama Porprov Jateng 2026 berlangsung.
Luthfi menegaskan, sanksi tegas harus diberikan kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kekurangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.
Bahkan, ia menyebut pemecatan dapat menjadi konsekuensi bagi pengurus yang dinilai lalai menjalankan tugasnya.
“KONI Jateng sudah tak sampaikan (soal) sanksi, kalau perlu dipecat. (Sudah ada yang dipecat?) Sepertinya sudah ada, nanti tak cek kembali,” tegas Luthfi seusai Gelar Pengawasan di Gedung Gradhika Semarang, Rabu, 4 November 2026.
Ancaman sanksi tersebut muncul setelah dua atlet meninggal dunia dalam rangkaian Porprov Jateng 2026 yang digelar pada 21-31 Oktober 2026. Kedua insiden itu menjadi sorotan pemerintah provinsi dan mendorong perlunya pemeriksaan terhadap pelaksanaan pertandingan, termasuk aspek keselamatan atlet.
Dua atlet yang meninggal dalam pelaksanaan Porprov Jateng 2026 tersebut adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja, 22, atlet cabang olahraga (cabor) selam dari kontingen Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridiandinata, 19, atlet pencak silat dari kontingen Kota Semarang.
Meski demikian, Luthfi menegaskan bahwa penentuan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ia menyerahkan proses penilaian kepada aparat kepolisian.
“Kelalaian bukan kita yang menilai, nanti itu polisi,” tegasnya.
Luthfi menyatakan pemerintah provinsi akan melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Perbaikan tersebut terutama menyangkut kesiapan perencanaan dan penyelenggaraan kompetisi olahraga.
Sebagai tindak lanjut, Luthfi berencana memanggil jajaran KONI Jateng untuk membahas berbagai persoalan yang muncul selama Porprov 2026. Hasil evaluasi penyelenggaraan juga akan menjadi bahan peninjauan sebelum kompetisi serupa digelar kembali.
“Pertama, harus mematangkan perencanaan kegiatan. Nanti (KONI Jateng) akan saya panggil agar evaluasi kemarin ditinjau,” ucapnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Muslichul Basid
































