KENDAL, Lingkarjateng.id – Upaya mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi terus dikembangkan Pemerintah Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.
Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), desa tersebut saat ini mampu memproduksi sekitar 30 liter bahan bakar minyak alternatif Petasol setiap hari dari pengolahan 50 kilogram sampah plastik.
Kepala Desa Margorejo, Suyoto mengatakan produksi Petasol dilakukan menggunakan mesin pirolisis dengan memanfaatkan sampah plastik yang dikumpulkan dari masyarakat. Hasil produksinya selama ini dipasarkan berdasarkan permintaan dengan harga Rp10 ribu per liter.
“Setiap hari Jumat warga menyetorkan sampah plastik. Selanjutnya sampah tersebut diolah menjadi Petasol melalui mesin pirolisis,” ujarnya, Rabu, 4 November 2026.
Untuk memperkuat keberlanjutan program pengolahan sampah tersebut, pihaknya kini menggandeng Tim Penggerak PKK Desa Margorejo. Keterlibatan kaum perempuan ini difokuskan pada pengelolaan administrasi, pencatatan, hingga pemilahan sampah sebelum diproses oleh petugas TPS3R.
Menurut Suyoto, peran PKK diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah lebih tertata, mulai dari proses pengumpulan hingga pengolahan. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah skema agar kualitas dan kadar Petasol yang dihasilkan semakin baik.
“Kalau sampah bisa kita kelola dengan baik, manfaatnya sangat banyak. Pertama, lingkungan desa menjadi bersih. Mindset masyarakat juga berubah dan semakin memahami bahwa sampah ternyata bisa dimanfaatkan. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menciptakan lapangan kerja dan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pengolahan sampah berbasis desa, baik melalui kebijakan maupun fasilitasi permodalan. Dengan demikian, program tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kami melalui kolaborasi pemerintah desa, PKK, dan masyarakat, TPS3R Margorejo tidak sekadar menjadi tempat pengolahan sampah, tetapi juga mampu membangun kesadaran warga bahwa sampah plastik dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” harapnya.
Ketua TP PKK Desa Margorejo, Sri Larasati menambahkan, pihaknya bersama kader PKK secara aktif mengajak masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah plastik yang telah dipilah kemudian dapat disetorkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk ditukar dan selanjutnya diolah menjadi Petasol.
“Keberadaan ibu-ibu PKK ini juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan keberlanjutan pengolahan sampah plastik menjadi Petasol. Harapannya, desa kami semakin bersih dan bebas dari sampah, sekaligus masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan tersebut,” katanya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























