KENDAL, Lingkarjateng.id – Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif (bahan bakar minyak) melalui teknologi Pirolisis 5.0 yang dikembangkan di Kabupaten Kendal pernah mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq.
Teknologi tersebut dinilai sebagai terobosan dalam mengatasi persoalan sampah plastik, khususnya jenis plastik bernilai ekonomi rendah (low value).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando menyebutkan teknologi tersebut secara khusus mampu mengolah sampah plastik kategori low value yang selama ini minim nilai ekonomi dan kerap menjadi persoalan lingkungan. Melalui proses pirolisis, limbah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak alternatif atau petasol.
Menurutnya, pengembangan teknologi telah mendapat dukungan dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
“Keberadaan teknologi pirolisis membuka harapan baru dalam pengelolaan sampah plastik. Kami berharap inovasi yang telah diinisiasi Ibu Bupati ini menunjukkan keseriusan Ibu Bupati Kendal dalam menyelesaikan permasalahan sampah,” ungkapnya, Rabu, 4 November 2026.
Alfebian Yulando atau yang akrab disapa Febi menegaskan, Pemkab Kendal tidak hanya berupaya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah dari limbah plastik yang selama ini sulit dimanfaatkan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan pada DLH Kendal, Luqni Kaharudin mengungkapkan, Pemkab Kendal tengah menganggarkan pengadaan lima unit mesin pirolisis untuk memperluas penerapan pengolahan sampah plastik di tingkat desa.
Menurutnya, proses pengadaan lima mesin pirolisis saat ini sedang berjalan dan tinggal memasuki tahap pelaksanaan.
“Pengadaan lima mesin pirolisis sedang kita proses dan tinggal eksekusi. Nantinya mesin akan ditempatkan di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang aktif dan merupakan aset milik pemerintah daerah, contohnya TPS3R di Kecamatan Kendal,” jelasnya.
Ia juga berharap nantinya penempatan mesin di TPS3R yang aktif dapat memastikan keberlanjutan operasional, sekaligus mengoptimalkan pengolahan sampah plastik di tingkat desa maupun kecamatan. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























