KENDAL, Lingkarjateng.id – Perjalanan Teguh Santosa hingga menduduki kursi Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Kendal periode 2024-2029 melewati berbagai pengalaman hidup. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan dan Jepang, merintis usaha bengkel sepeda motor, hingga mengemban amanah sebagai kepala desa.
Teguh mengawali perjalanan kariernya dengan merantau ke luar negeri untuk bekerja. Setelah kembali ke Indonesia, ia membuka bengkel sepeda motor di rumah sebagai sumber penghasilan sekaligus membangun usaha mandiri.
Kedekatannya dengan masyarakat mulai terbangun melalui keterlibatan dalam berbagai organisasi dan kelembagaan kepemudaan. Aktivitas sosial tersebut kemudian mendorong warga untuk mengusulkan dirinya maju dalam pemilihan kepala desa.
“Karena aktif di kelembagaan pemuda, warga meminta saya untuk maju sebagai kepala desa. Alhamdulillah, saya mendapat amanah menjadi Kepala Desa Pucakwangi, Kecamatan Pageruyung, selama dua periode,” kata Teguh.
Selama memimpin Desa Pucakwangi, Teguh tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan desa, tetapi juga mengembangkan kegiatan usaha di bidang konstruksi.
“Selama menjabat kepala desa, saya juga mengembangkan usaha sampingan sebagai kontraktor,” ungkap Teguh.
Pengalaman memimpin pemerintahan desa menjadi salah satu tahapan penting sebelum dirinya memasuki dunia legislatif. Pada 2019, Teguh mulai mengikuti kontestasi politik dengan maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Kendal melalui Partai Gerindra.
Kepercayaan masyarakat mengantarkannya menduduki kursi legislatif. Ia kemudian kembali memperoleh dukungan untuk menjalani periode kedua hingga dipercaya menjadi salah satu pimpinan DPRD Kendal.
“Alhamdulillah dua periode menjadi anggota DPRD Kendal. Dan sekarang saya dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua III DPRD Kendal periode 2024-2029,” tuturnya.
Bagi Teguh, posisi pimpinan dewan bukan semata-mata pencapaian dalam perjalanan politiknya, tetapi jabatan tersebut justru membawa tanggung jawab lebih besar untuk mengawal aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Berbekal pengalaman yang ia miliki, Teguh menyatakan akan terus menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat.
“Kursi pimpinan DPRD bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memperjuangkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid
































