Blora (lingkarjateng.id) – Rumah Sakit Samin Surosentiko di Kecamatan Randublatung, Blora hampir saban hari dipenuhi pasien yang didominasi anak-anak dan bayi. Khususnya di Poli Anak, mereka rata-rata mengidap batuk pilek, ikterus (penyakit kuning pada bayi) hingga DBD.
Kebanyakan dari mereka terserang penyakit tersebut akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam waktu belakangan terakhir ini. Di rumah sakit tipe C ini pasien anak-anak dan bayi dari berbagai wilayah di kawasan Blora Selatan.
Direktur rumah sakit Samin Surosentiko Randublatung, Hartono, mengatakan, jika belakangan ini banyak anak-anak dan bayi mengalami penyakit seperti demam batuk pilek Ikterik pada bayi dan DBD.
“Dari data dan pantauan kami, setiap hari puluhan pasien anak mendominasi poli anak,” kata Hartono, Selasa (28/4/2026).
Dijelaskan, beberapa kasus luar biasa yang saat ini ditangani secara serius ialah Ikterik pada bayi. Rata-rata penyakit ini menyerang bayi berusia 1 sampai 6 hari.
“Tidak terlalu berbahaya ketika sudah mendapatkan penanganan secara tepat dan intensif. Tanya bayi akan terus membaik dan kembali normal,” jelas Hartono.
Selain itu, kasus DBD juga menjadi perhatian serius. Bahkan beberapa kasus, pasien sempat mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS).
“Kalau sudah sampai ke level DSS pasien harus dipindahkan ke ruang ICU karena penanganannya butuh perhatian ekstra,” tandasnya.
Hartono menambahkan, sebenarnya pasien DBD jika bisa melewati masa kritis, pasien dipastikan bisa sembuh kembali. “Jika sudah 6 sampai 7 hari, biasanya sudah melewati masa kritis,” imbuhnya.
“Alhamdulillah saat ini semua pasien bisa sembuh, dan belum ada yang meninggal dunia,” ucapnya.
Dirinya juga berharap, agar masyarakat bisa terus melakukan pola hidup sehat, menjaga lingkungan, mencukupi gizi seimbang, istirahat cukup dan terus melakukan gerakan PSN plus.
“Dengan pola hidup sehat dan PSN plus diharapkan bisa menekan penyakit DBD. Dari data yang ada dari Januari hingga April sudah ada 8 kasus DBD yang ditangani oleh rumah sakit Samin Surosentiko Randublatung,,” tutupnya. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian

































