SALATIGA, Lingkarjateng.id – Kinerja keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga pada Tahun Anggaran 2026 menunjukkan tren positif. Hingga akhir Maret, realisasi keuangan mencapai Rp198.984.355.952,00 atau sekitar 69 persen dari target triwulan I.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga, Muthoin, mengungkapkan bahwa total postur belanja daerah tahun 2026 mencapai Rp891.843.871.878,00. Capaian tersebut dinilai cukup baik sebagai fondasi percepatan pembangunan di triwulan berikutnya.
“Tak hanya dari sisi keuangan, realisasi fisik juga menunjukkan hasil menggembirakan,” paparnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Tingkat Kota Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Kalitaman, Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Kamis, 16 April 2026.
Muthoin menjelaskan, hingga akhir triwulan I, realisasi fisik mencapai 34,55 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 32 persen.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai rencana, bahkan melampaui target awal,” terangnya.
Dalam aspek pengadaan barang dan jasa, kata Muthoin, total Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2026 tercatat sebesar Rp380,86 miliar. Pemkot Salatiga menekankan penggunaan produk dalam negeri (PDN) serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan koperasi (UMKK).
Dari total RUP tersebut, lebih dari Rp200 miliar dialokasikan untuk mendukung produk lokal dan pelaku UMKK. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
“Sejumlah proyek strategis juga terus dikawal agar berjalan optimal. Di antaranya pembangunan infrastruktur drainase, talud Kali Banteng, hingga pengadaan alat kesehatan di RSUD,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh kegiatan tersebut tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan layanan publik dan pengendalian risiko bencana.
“Dengan capaian awal yang positif ini, kami optimistis target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa

































