JEPARA, Lingkarjateng.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Jepara membangun rumah dinas (rumdin) bupati baru dengan anggaran Rp4 miliar menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan urgensi proyek tersebut di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih serta masih adanya persoalan infrastruktur yang perlu ditangani.
Rumah dinas baru tersebut akan dibangun di kawasan belakang Kantor Bupati Jepara dengan memanfaatkan lahan seluas 408 meter persegi yang sebelumnya digunakan sebagai bangunan rumah dinas bagian umum, kantin, dan gudang. Sejumlah bangunan lama telah dirobohkan untuk kemudian dibangun ulang menjadi rumah dinas bupati berkonsep Joglo Jepara.
Pembangunan dilakukan setelah rumah dinas lama yang berada di belakang Pendapa Kartini dialihfungsikan menjadi Museum R.A. Kartini sejak November 2025. Sejak saat itu, Bupati Jepara tidak lagi memiliki rumah dinas resmi.
Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk proyek tersebut. Proses tender ditargetkan selesai paling lambat pertengahan Juni 2026, sedangkan pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
Rencana pembangunan tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat dan menjalankan prinsip efisiensi anggaran.
“Mohon maaf harusnya lebih peka dengan situasi ekonomi saat ini dan program pemerintah yg menganjurkan efisiensi dimana-mana,” tulis akun @Oct seven.
Komentar serupa disampaikan akun @Mas_Taufiq yang menilai anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan.
“Apakah gak sebaiknya anggaran itu sebaiknya di buat utk jln arah Kelet Jepara utk program Jepara mulus, nanti rumah dinas baru tapi jln gronjal-gronjal,” tulisnya.
Sementara akun @Bang Andi menyatakan tidak setuju dengan proyek tersebut karena pemerintah dinilai perlu lebih mengutamakan program prioritas.
“Saya tidak setuju, dengan kondisi ekonomi yg belum jelas harusnya diutamakan, katanya efisien sih, utamakan skala prioritas anggaran,” tulisnya.
Senada, akun @H A R I S juga menyoroti masih adanya kerusakan jalan di sejumlah wilayah Jepara.
“Jalan masih rusak, buang anggaran saja,” tulisnya.































