KENDAL, Lingkarjateng.id – Tim Progam Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kendal menargetkan untuk menggraduasi (meluluskan) 3.072 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2026.
Ketua Tim PKH Kabupaten Kendal, Imam Barizi, mengungkapkan Kementerian Sosial sebelumnya telah menargetkan graduasi 10 KPM dalam setahun agar mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, terget tersebut telah berhasil dicapai pada tahun 2025 kemarin.
“Target per tahun itu 10 orang. Tapi karena 2025 kemarin kita kerjanya mulai Oktober tetap kita targetkan 10 orang. Dan alhamdulillah target terpenuhi,” katanya.
Sementara di tahun 2026 ini, Imam menyebut setiap pendamping PKH di Kabupaten Kendal ditargetkan menggraduasi 2 KPM per bulan.
“Berarti kalau satu tahun target kita 24 KPM per pendamping. Dan pendamping PKH di Kabupaten Kendal ini ada 128 orang,” terangnya
Imam Barizi menyampaikan, graduasi ini bertujuan mempercepat kemandirian ekonomi KPM, membebaskan dari kemiskinan, dan memastikan bansos tepat sasaran bagi yang membutuhkan.
“Harapannya pemerintah daerah ikut menindaklanjuti capaian graduasi ini. Ketika mereka sudah mau mandiri jangan sampai mereka jatuh miskin lagi. Perlu adanya skema berusaha, yaitu dalam arti mereka diberi permodalan atau akses bekerja,” harapnya.
Menurutnya, dengan skema tersebut KPM yang sukarela graduasi akan dapat meningkat ekonomi dan kesejahteraannya, sehingga secara otomatis juga dapat mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kendal.
“Harapannya nanti dapat dijembatani agar para KPM yang graduasi ini dapat diterima kerja di KIK atau mendapatkan bantuan permodalan,” tambahnya.
Disisi lain, Imam juga menyampaikan saat ini para pendamping tengah melakukan pendataan dan pemutakhiran data KPM.
Menurutnya, hal itu untuk mengidentifikasi anggota keluarga yang memiliki potensi bekerja sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan percepatan kemandirian KPM agar tidak lagi bergantung pada bansos.
“Ada KPM S1 dan mereka belum bekerja. Kami akan koordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja agar mereka diprioritaskan mendapatkan pekerjaan. Kalau program ini kita keroyok ramai-ramai, kemiskinan di Kendal selesai,” tandasnya.
Ia berharap KPM yang teridentifikasi memiliki potensi bekerja nantinya dapat diarahkan untuk mengikuti program pemberdayaan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau pelatihan keterampilan. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid

































