JEPARA, Lingkarjateng.id – Ribuan santri memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Jepara melalui kegiatan Kirab 1.000 Santri. Acara yang menjadi bagian dari Gebyar Muharam tersebut berlangsung meriah dan dilepas langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, di Alun-alun Jepara, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit menyampaikan apresiasi atas antusiasme para santri yang ikut memeriahkan momentum keagamaan tersebut.
Ia menilai santri memiliki peran penting sebagai generasi penerus yang akan membawa arah perkembangan daerah dan bangsa.
Wiwit mengatakan keberadaan santri tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sumber daya manusia yang memiliki nilai dan karakter kuat.
“Dalam diri kalian ada harapan besar untuk masa depan Jepara. Kalian bisa menjadi ulama, pemimpin, guru, pengusaha, maupun profesional yang mengabdikan diri bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan sejarah Indonesia tidak lepas dari kontribusi para santri dan ulama. Ia menilai peran tersebut perlu diteruskan oleh generasi santri saat ini dengan meningkatkan kemampuan serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Wiwit mendorong para santri untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai pengetahuan, teknologi, dan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
“Santri harus mampu menjadi generasi yang unggul. Tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut nilai-nilai yang ditanamkan di lingkungan pesantren, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama, menjadi bekal penting dalam membentuk generasi berkualitas.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat perubahan. Makna hijrah, kata dia, harus diwujudkan melalui perbaikan sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tahun Baru Islam adalah momentum untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Dari malas menjadi rajin, dari pesimis menjadi optimis, dan dari hanya menjadi penonton menjadi generasi yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid
































