KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal melaksanakan kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Senin-Rabu, 20-22 April 2026.
Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Diketahui sebelumnya Desa Kebonharjo menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Bodri. Ribuan rumah warga, fasilitas kesehatan, sekolah dan publik terendam banjir hingga waktu yang cukup lama.
Plt Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Herdiyanto Adhityo menyampaikan, melalui program pembentukan Destana, warga dapat mengetahui penanganan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat desa.
“Dalam pelaksanaannya, masyarakat desa didorong untuk mampu mengenali berbagai risiko bencana di wilayahnya, melakukan langkah-langkah pencegahan, serta memiliki kemampuan dalam menangani kondisi darurat secara cepat dan tepat,” terangnya.
Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pasca bencana. Mendorong partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana.
“Membangun koordinasi dan kerjasama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait dan mewujudkan desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan dalam menghadapi bencana,” sambungnya.
Ia berharap pembentukan Desa Tangguh Bencana ini mampu memperkuat kolaborasi semua pihak, sehingga tercipta lingkungan yang aman, siap, dan sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Kami berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, secara sungguh-sungguh, dan penuh rasa tanggung jawab. Seluruh tahapan hendaknya disesuaikan dengan kondisi, potensi dan kebutuhan nyata di lapangan. Sehingga hasilnya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman berharap, dengan pembentukan Destana ini warga menjadi lebih tanggap dan siap saat terjadi bencana.
“Harapannya jika ada bencana warga sudah siap dan tidak panik. Warga sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Salah satu relawan, Arif Fajar Hidayat menyambut baik pembentukan Destana di Desa Kebonharjo.
“Kami mengapresiasi BPBD Kendal atas fasilitasi Destana. Ini sangat membantu dalam hal kesiapan kita untuk menghadapi bencana,” ujarnya.
Ia menyebut, ada sekitar 35 relawan yang terdiri dari berbagai unsur baik organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, RT/RW dan lain sebagainya.
“Dari 35 orang ini nanti bergulir mensosialisasikan ke masyarakat terkait kegiatan Destana ini,” tambahnya.
“Pasca banjir 2025 itu salah satu yang menyebabkan kerugian materi yang besar itu karena ketidaksiapan warga dan terlambat antisipasi sehingga banyak harta benda yang tidak terselamatkan,” paparnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































