SALATIGA, Lingkarjateng.id- Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyatakan pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan amanah pelayanan publik yang harus dijalankan secara profesional dan berintegritas.
Karena itu, Robby menegaskan pentingnya kepatuhan perpajakan dan percepatan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga.
“Kepatuhan perpajakan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus mencerminkan kedisiplinan birokrasi. Maka dari itu, pengelolaan keuangan daerah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Robby dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat, 15 Mei 2026.
Robby meminta seluruh sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan daerah lebih adaptif menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks, termasuk meningkatkan ketelitian dan kompetensi.
Selain SDM, Robby juga menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi keuangan daerah melalui optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan mendukung reformasi birokrasi.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks, pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan upaya. Salah satunya, menggelar pembinaan penatausahaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2025. Kegiatan tersebut diikuti 93 peserta yang terdiri dari kepala OPD, PPK, dan bendahara pengeluaran.
Menurutnya, kegiatan itu bertujuan meningkatkan kepatuhan pajak, memperkuat pemahaman penatausahaan keuangan, serta memastikan implementasi digitalisasi berjalan sesuai regulasi.
“Melalui forum tersebut, diharapkan seluruh perangkat daerah mampu membangun budaya tertib pajak mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan, sekaligus mengoptimalkan rekonsiliasi agar tidak terjadi perbedaan data maupun kesalahan administrasi yang berulang,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
































