PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — Ancaman banjir mengintai warga Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Hal ini lantaran tanggul di utara Desa Mulyorejo atau dikenal tanggul TNI, belum kunjung diperbaiki.
Rosyid, warga Mulyorejo, mengungkapkan bahwa laporan terkait kondisi tanggul tersebut telah disampaikan ke dinas terkait sejak 13 April 2026. Namun, hingga Kamis, 30 April 2026 belum ada tindak lanjut di lapangan.
“Sejak tanggal 13 April sudah saya teruskan ke dinas terkait, tapi belum ada respons,” ujarnya melalui pesan singkat.
2 Unit Pompa Tambahan dari Provinsi Dikerahkan Tangani Banjir Tirto Pekalongan
Saat ini, kata dia, telah terjadi peningkatan tinggi muka air, terutama di area tambak. Meski air belum meluap ke permukiman warga, kondisi tersebut dinilai rawan jika tidak segera ditangani.
“Kalau dibiarkan, air bisa meluap ke warga. Saat ini masih terbantu pompa banjir di Tegaldowo yang beroperasi,” jelasnya.
Pihaknya mengkhawatirkan kekuatan tanggul yang masih menggunakan material urugan tanah merah. Kondisi tersebut rentan tergerus air, terutama saat terjadi limpasan air pasang laut.
“Durasi limpasan air sekitar satu sampai dua jam. Kalau terus menerus, bisa merusak tanggul. Kalau sampai putus, ini bisa jadi bencana serius,” tegasnya.
Menurutnya, laporan warga juga telah disampaikan melalui grup WhatsApp penanganan banjir Tirto dan telah mendapat respons dari Danramil Tirto. Namun demikian, warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait.
“Harapan kami segera dilakukan perbaikan, penguatan, dan peninggian tanggul secara permanen,” pungkasnya.
Respons Aduan Banjir di Tirto Pekalongan, Wagub Jateng Segera Benahi Tanggul Sungai
Sementara itu, Siswanto, Camat Tirto menyampaikan bahwa kondisi tanggul TNI sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan. Usulan peninggian tanggul juga sudah disampaikan ke pihak terkait.
“Dalam beberapa kesempatan koordinasi penanganan banjir bulan Januari-Februari 2026 kemarin, juga sudah tersampaikan kondisi tanggul dan usulan kegiatan penanganan. Juga sempat disampaikan ke PSDA Provinsi maupun Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan,” jelas Siswanto.
Ia dan masyarakat Tirto yang terdampak berharap ada penanganan lebih lanjut.
“Kami sangat berharap ada tindaklanjut segera dari Dinas terkait untuk pencegahan dan penanganan banjir di wilayah Tirto,” tambahnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa
































