PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Komunitas Afiliator Pekalongan menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) bertajuk “TikTok Affiliate Bukan Sekadar Konten Jualan” di Kafe Teman Cerita, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan jejaring bagi pelaku affiliate marketing di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Acara tersebut menghadirkan pemateri dari konten kreator lokal Duo Lhogok serta kreator dari ibu kota yang dikenal sebagai Bang Neo. Sekitar 100 peserta turut hadir, tidak hanya dari Pekalongan, tapi juga dari Batang, Tegal, dan daerah lainnya.
Ketua Komunitas Afiliator Pekalongan, Winaryo mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para afiliator sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat konten yang efektif dan menghasilkan.
“Untuk kegiatan hari ini, kita mengadakan kopdar afiliator Pekalongan. Kegiatannya membahas seputar bagaimana kita membuat konten yang baik, karena di dunia afiliator itu bukan hanya ngonten, tapi bagaimana caranya bisa dapat cuan,” ujar Winaryo.
Ia menambahkan, komunitas ini memiliki agenda rutin, baik pertemuan bulanan maupun kegiatan khusus dengan menghadirkan pemateri dari luar kota setiap dua bulan sekali.
Menurutnya, kehadiran komunitas afiliator dapat menjadi jembatan antara seller dan afiliator, sehingga tercipta komunikasi dan kerja sama yang berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
“Afiliator ini sangat membantu UMKM dan juga membantu keuangan kita. Jadi jangan malu untuk konten, kita belajar bareng, kita cuan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, pemateri dari Duo Lhogok, Aldi dan Umam, menyampaikan materi seputar pengembangan diri sebagai konten kreator dan pentingnya membangun personal branding di media sosial.
“Kita sharing tentang bagaimana cara belajar menjadi konten kreator dan bagaimana membangun personal branding di sosial media,” ujar mereka.
Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi dan datang dari berbagai latar belakang usia, mulai dari anak muda hingga peserta berusia sekitar 55 tahun.
“Ini menarik sekali, karena ada seller, afiliator, dan masyarakat umum yang ingin belajar. Banyak juga yang bertanya tentang cara membangun personal branding,” katanya.
Duo Lhogok menilai, tingginya minat masyarakat Pekalongan terhadap peluang digital menjadi potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreatif.
“Harapannya, output-nya bisa meningkatkan ekonomi teman-teman di Pekalongan. Apalagi sudah ada komunitas seperti ini, sangat bagus untuk membuka peluang usaha, terutama untuk anak muda,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Akbar, mengaku senang dengan adanya komunitas afiliator di Pekalongan. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi pemula yang ingin belajar tanpa harus berjalan sendiri.
“Kalau dulu saya harus belajar sendiri, sekarang jadi punya banyak teman. Semoga kegiatan seperti ini rutin diagendakan karena sangat bermanfaat untuk membantu orang mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar































