Grobogan (lingkarjateng.id) – Aksi dugaan pencurian kotak amal terjadi di Masjid Al Aziz, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (14/4) dini hari. Peristiwa ini mengundang perhatian warga yang sigap mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Dimintai konfirmasi, Kapolsek Gubug AKP Sunarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini terduga pelaku sudah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kami telah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini terduga pelaku sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku,” kata AKP Sunarto saat dihubungi, Rabu (15/4).
Bermula, peristiwa ini kali pertama diketahui oleh Bahtiar Kuncoro (22), warga setempat yang melintas di sekitar masjid. Ia melihat gerak-gerik mencurigakan seorang pria di dekat kotak amal. Pelaku tampak berusaha mencongkel kotak amal menggunakan alat, sambil menutupi tubuhnya dengan sarung hingga ke leher.
Menyadari adanya dugaan tindak kriminal, saksi tidak langsung bertindak, melainkan berpura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut. Ia kemudian mencari bantuan warga lain untuk melakukan penangkapan.
Tak lama berselang, saksi bersama warga kembali ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku yang masih berada di sekitar tempat kejadian. “Pelaku berhasil diamankan warga saat masih berada di lokasi kejadian dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Gubug,” terang Sunarto.
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, lanjut Sunarto, pelaku diketahui telah mengambil uang dari dalam kotak amal dan menyimpannya di dalam sarung yang dibawanya.
Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya satu kotak amal berbahan kayu jati, satu buah gunting yang digunakan untuk mencongkel, pakaian pelaku, serta uang tunai sebesar Rp290 ribu.
“Terduga pelaku diketahui berinisial AA (51), warga Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan,” jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi langkah cepat warga dalam membantu mengamankan pelaku, namun tetap mengingatkan agar masyarakat tidak bertindak anarkis.
“Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang sigap, namun tetap kami imbau agar selalu mengedepankan keselamatan dan menyerahkan penanganan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tempat-tempat ibadah yang rawan menjadi sasaran tindak kriminal. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap keamanan lingkungan dan aktif berkoordinasi dengan aparat kepolisian. ***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian































