KENDAL, Lingkarjateng.id – Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi salah satu sasaran kegiatan TMMD Reguler di Kabupaten Kendal kini hampir rampung. Dari total target lima unit rumah, saat ini progres pengerjaan telah memasuki tahap akhir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni, mengungkapkan hingga saat ini pembangunan lima RTLH di Desa Gedong tersebut tinggal menyisakan pekerjaan pemasangan atap.
Yanuar berharap seluruh proses pembangunan RTLH akan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan sehingga dapat mencapai progres 100 persen.
“Harapannya dalam dua hingga tiga hari kedepan semuanya bisa selesai 100 persen,” kata Yanuar, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia mengatakan program pembangunan RTLH TMMD Reguler ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima bantuan, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.
“Semoga dengan terbangunnya Rumah Tidak Layak Huni ini dapat meringankan hidup para penerima manfaat dan kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” harapnya.
Kepala Dispermasdes juga berpesan kepada para penerima bantuan agar dapat merawat dan memelihara bangunan tersebut dengan baik agar dapat bertahan lama dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
“Pesan kami kepada para penerima manfaat untuk tetap semangat, terus merawat dan memelihara bangunan agar awet dan dapat dihuni dengan nyaman,” pesan Yanuar.
Sebelumnya, Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan, berharap kualitas hidup para penerima manfaat RTLH dapat meningkat dengan adanya program tersebut.
“Masyarakat Desa Gedong yang sebelumnya memiliki rumah belum layak huni akan mendapatkan hunian yang layak. Sehingga akan meningkatkan kualitas taraf hidup mereka,” ujarnya.
Sementara, salah satu penerima manfaat, Irwanto, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan TNI melalui program TMMD Reguler ini.
Ia menceritakan, kondisi rumahnya sebelumnya hanya berdinding papan yang sudah mulai lapuk. Sementara atap rumahnya menggunakan asbes lama sehingga jika hujan lebat masih bocor.
“Terima kasih sekali kepada pemerintah dan bapak-bapak TNI. Tanpa adanya program TMMD di Desa Gedong, rumah saya tak mungkin jadi lebih layak, karena kalau memperbaiki sendiri kami tidak mampu secara ekonomi”, terangnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Tia































