DEMAK, Lingkarjateng.id – Curah hujan tinggi ditambah residu dari banyaknya lalu lalang kendaraan pengangkut tanah proyek normalisasi Sungai Wulan menyebabkan Jalan Raya Demak-Mijen menjadi berlumpur dan licin sehingga membahayakan pengguna jalan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mijen, Uditya Yayang W, mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Mijen telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti adanya kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Demak-Mijen.
Diketahui, pada Senin, 15 September 2025, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Demak-Mijen tepatnya di Desa Bermi yang diduga diakibatkan oleh jalan licin dampak residu tanah dari normalisasi Sungai Wulan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Rakor untuk melakukan upaya mitigasi resiko dampak pengerjaan normalisasi Sungai Wulan, sehingga tidak terjadi kejadian serupa,” ujar Uditya pada Rabu, 17 September 2025.
Sesuai dengan hasil rakor yang dilaksanakan pada Selasa, 16 September 2025 kemarin, Pemerintah Kecamatan Mijen bersama pihak terkait telah melakukan pembersihan residu yang tercecer di jalan.
“Selanjutnya pembersihan bahu jalan menggunakan alat berat sehingga bahu jalan tidak lebih tinggi dari jalan utama, bertujuan agar air di jalan bisa mengalir dan tidak mengendap di jalan yang mengakibatkan jalan menjadi licin sehingga mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas,” bebernya.
Selain itu, kata dia, juga dilakukan metalling jalan di jalur keluar dan masuk dump truck di titik galian dan titik buangan tanah serta di titik pelebaran jalan. Sehingga, hal itu diharapkan mampu meminimalisasi tanah menempel di ban dan tercecer di jalan.
Uditya menambahkan, dalam rakor tersebut juga telah disepakati bahwa operasional kendaraan proyek normalisasi Sungai Wulan diberhentikan satu hari untuk memaksimalkan upaya pembersihan residu.
“Kita juga melakukan kesepakatan kepada pihak terkait untuk menyetop operasional dan difokuskan ke pembersihan dan kita lakukan evaluasi terkait dampak yang terjadi akhir-akhir ini. Kemudian juga melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerja untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai prosedur,” katanya.
Pada Rabu, 17 September 2025, juga terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Demak-Mijen yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Namun, pihaknya mengungkap peristiwa tersebut tidak disebabkan oleh jalan licin.
“Kalau kecelakaan hari ini, saat kita konfirmasi ke Polsek Mijen, bahwa itu kecelakaan yang tidak disebabkan oleh kondisi jalan licin akibat lumpur yang tercecer di tengah jalan. Karena pada saat itu, jalan di sana kering,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama pengelola proyek agar lebih memperhatikan terhadap muatan tanah yang dibawa oleh dump truk sehingga tidak berceceran di jalan raya.
Uditya juga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati saat melintas di jalan raya, khususnya di Jalan Raya Demak-Mijen.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























