PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Sekitar 1.200 masyarakat lintas agama di Kota Pekalongan mengikuti aksi damai bertajuk jalan kerukunan pada Jumat, 5 September 2025.
Aksi damai yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan ini dikemas dengan acara jalan sehat, doa lintas iman, dan pembacaan pernyataan sikap menolak kekerasan.
Pimpinan Paroki Gereja Santo Petrus, Romo Suratman, mengungkapkan kegiatan ini awalnya dipersiapkan untuk memperingati HUT ke-95 Paroki. Namun, meningkatnya situasi kerawanan di sejumlah daerah membuat pihaknya mengalihkan fokus menjadi aksi damai.
“Kemarin saya sempat koordinasi dengan Pak Wali Kota, lalu disarankan supaya melibatkan forkopimda. Dalam acara ini nanti juga ada doa bersama dan pernyataan sikap. Harapannya, dengan kegiatan seperti ini, kita di Pekalongan bisa terus membangun kota yang nyaman, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Romo Suratman, kehadiran ribuan peserta lintas agama mengirim pesan bahwa masyarakat Pekalongan menolak segala bentuk kekerasan.
“Jalan Sehat ini sekaligus menjadi sarana untuk berdoa bersama bagi bangsa dan membuat pernyataan menentang kekerasan. Kita dari berbagai agama pada dasarnya memiliki kepedulian untuk membangun kebaikan bersama,” tegasnya.
Romo Suratman menambahkan, kegiatan ini diharapkan memperkuat kerukunan di Kota Batik. “Kami prihatin dengan kekerasan yang terjadi. Harapannya, Pekalongan ke depan semakin damai, aman, dan kondusif,” tandasnya.
Ketua FKUB Kota Pekalongan, Kyai Marzuki, mengapresiasi antusiasme warga.
“Menurut saya kegiatan ini luar biasa. Alangkah indahnya hari ini kita bisa jalan bersama, ngopi bersama. Intinya kita bisa rukun, dengan kegiatan bersama ini sungguh sangat luar biasa,” katanya.
Jurnalis: Fahri Akbar
editor: Ulfa































