JEPARA, Lingkarjateng.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara mencatat investasi di Kota Ukir pada triwulan kedua 2025 telah menyerap 14.178 tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Eriza Rudi Yulianto, mengatakan investasi di Jepara terdiri dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“11.442 tenaga kerja di industri sektor PMA dan 2.736 tenaga kerja di PMDN,” katanya.
Eriza menyebutkan industri sektor PMA yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Jepara yakni industri barang dari kulit dan alas kaki sebanyak 5.385 tenaga kerja. Kedua dari industri tekstil dengan serapan 3.114 tenaga kerja.
“Untuk jumlah proyeknya yang terbanyak di sektor kontruksi serta sektor hotel dan restoran yaitu sebesar 274 proyek,” terangnya.
Sedangkan, untuk industri sektor PMDN jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 883 orang pada industry karet, kemudian 671 tenaga kerja pada industri plastik.
“Sementara, untuk jumlah proyek yang terbanyak berada di sektor kontruksi dengan jumlah 313 proyek dan sektor perdagangan reparasi sebesar 228 proyek,” ucapnya.
Terhitung pada triwulan III tahun 2025, jumlah investasi yang sudah masuk di Kabupaten Jepara mencapai Rp 1,2 triliun. Investasi tersebut berasal dari PMA sebesar Rp1,1 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp99,7 miliar.
“Dengan rincian PMDN 1.085 proyek dan PMA 1.213 proyek,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa































