SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan 35 kabupaten/kota di provinsi setempat akan mendapatkan satu ekor sapi dengan bobot 1 ton untuk kebutuhan kurban di Idul Adha 2026. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Dinas Peternakan dan pertanian Hewan (Distanak) Jateng yang menyebut bantuan itu berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Jadi presiden memberikan ke setiap kabupaten/kota masing-masing 1 dengan kualifikasi 1 sapi minimal beratnya 1 ton. Jadi sekarang sudah ada 36 sapi, 35 untuk mereka (kabupaten/kota) dan satu lagi untuk provinsi yang nanti akan diserahkan oleh Pak Presiden di Grobogan rencananya,” ujar Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, Jumat , 15 Mei 2026.
Frans juga memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi. Apalagi, lanjut Frans, populasi ternak di Jawa Tengah masih jauh di atas kebutuhan masyarakat saat momentum kurban tahun ini.
“Kalau Jawa Tengah memasuki Idul Adha ini jumlah hewannya bisa terpenuhi lah karena memang populasi kita besar sekali. Populasi kita itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban untuk Idul Adha,” kata frans.
Melalui data dari Distanak Jateng, jumlah hewan kurban pada 2026 mencapai 605.817 ekor yang terdiri dari sapi 135.772 ekor, kerbau 3.224 ekor, kambing 336.096 ekor, dan domba 130.725 ekor.
Sementara ketersediaan ternak di Jawa Tengah mencapai 982.149 ekor. Rinciannya meliputi sapi 172.172 ekor, kerbau 4.023 ekor, kambing 580.963 ekor, dan domba 224.991 ekor.
Menurut Frans, tingginya populasi ternak membuat Jawa Tengah tak hanya mampu memenuhi kebutuhan kurban daerah sendiri, tetapi juga mendukung distribusi hewan kurban ke luar daerah.
“Kalau seluruhnya kebutuhan kita sekitar 6,3 juta populasi ternak. Sedangkan untuk kurban itu kira-kira hanya 10 persen, 500an sekian ekor. Jadi jelas sangat terpenuhi,” jelasnya.
Di sisi lain, Frans mengungkapkan tren permintaan kambing tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat hingga dampak kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu lalu diduga ikut memengaruhi pilihan masyarakat.
“Kelihatannya lebih meningkat sedikit di kambing. Mungkin lebih terjangkau, sehingga permintaannya cukup banyak juga termasuk mungkin dampak dari PMK kemarin,” tuturnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid





























