JEPARA, Lingkarjateng.id – Semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini kembali menggema di Alun-alun 1 Jepara melalui gelaran Kartini’s Inspirational Parade, pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan pelajar serta berbagai elemen masyarakat.
Sebanyak 477 siswa turut ambil bagian dalam parade tersebut. Rangkaian kegiatan dalam parade ini meliputi pertunjukan seni, parade busana, hingga pameran karya kreatif. Seluruhnya menjadi gambaran bagaimana semangat Kartini diterjemahkan dalam konteks kekinian.
Parade ini tidak hanya menampilkan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku UMKM lokal. Para pelajar dari berbagai sekolah, seperti SMKN 2 dan SMAN 1 Tahunan, menampilkan keterampilan berbasis kearifan lokal Jepara.
Mulai dari seni ukir, kerajinan gerabah, hingga karya kreatif berbasis media modern turut dipamerkan. Tak kalah menarik, puluhan pelajar juga tampil dalam peragaan busana berbahan troso dan batik khas Jepara.
Ketua panitia, Indria Mustika, menjelaskan angka tersebut dipilih sebagai simbol hari jadi Kabupaten Jepara yang diperingati setiap bulan April.
Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam kegiatan ini menjadi penanda bahwa nilai perjuangan Kartini tetap relevan dan terus dilanjutkan. Tidak hanya sebagai tokoh sejarah, Kartini dihadirkan sebagai inspirasi hidup bagi pelajar masa kini.
“Semangat Kartini harus terus kita rawat. Bukan sekadar dikenang, tapi dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Indria.
Sejumlah tokoh daerah, termasuk Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit), Wakil Ketua DPRD Jepara Arizal Wahyu Hidayat, serta anggota DPRD Jateng Andang Wahyu Triyanto, turut berpartisipasi dengan mencoba langsung proses mengukir.
Mas Wiwit menegaskan bahwa, peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.
“Perjuangan Kartini harus kita lanjutkan melalui karya nyata. Momentum ini menjadi pengingat agar kita terus berpikir maju dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengatakan, esensi peringatan Hari Kartini terletak pada bagaimana nilai-nilai perjuangan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya simbolik.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid































