KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus bersiap merealisasikan pembangunan Smart Hospital sebagai pengembangan dari RSUD dr. Loekmono Hadi. Proyek tersebut akan dibangun di lahan bekas Matahari Mal dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Mei 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, proses lelang proyek telah rampung dan saat ini tinggal menunggu tahapan administrasi berupa masa sanggah sebelum masuk ke penandatanganan kontrak kerja.
“Sekarang kita masih menunggu pengumuman dan masa sanggah. Setelah itu kemungkinan awal Mei sudah bisa masuk tahap pelaksanaan,” ujar Sam’ani, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan, proyek tersebut pada prinsipnya telah memasuki tahap akhir pengadaan, sehingga pelaksanaan fisik tinggal menunggu penyelesaian proses administratif.
“Tahun ini sudah dilelang, jadi tinggal pelaksanaannya saja,” jelasnya.
Pembangunan Smart Hospital itu diperkirakan menelan anggaran antara Rp90 miliar hingga Rp98 miliar. Pendanaan akan dikelola oleh RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan skema yang disesuaikan kemampuan keuangan rumah sakit.
Menurut Sam’ani, sebagian pembiayaan dimungkinkan berasal dari skema pinjaman yang diperhitungkan berdasarkan kapasitas finansial rumah sakit. Ia optimistis, investasi tersebut dapat tertutup melalui pendapatan layanan di masa mendatang.
“Kalau memang ada pinjaman, itu karena fasilitas yang dibangun nanti bisa menghasilkan profit. Dari profit tersebut bisa digunakan untuk mencicil pada tahun-tahun berikutnya,” terangnya.
Pemkab Kudus berharap kehadiran Smart Hospital dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar kota.
“Pelayanan semakin bagus, semakin ramah, semakin baik. Harapannya masyarakat Kudus bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lengkap di daerah sendiri,” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid
































