Jakarta (lingkarjateng.id) – Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan kepada seluruh jemaah Indonesia yang menjalani ibadah haji untuk menjaga kondisi kesehatannya. Jemaah diharapkan dapat mengatur waktu istirahatnya dengan baik.
“PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) pusat juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia, baik yang hendak berangkat maupun sudah berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalani prosesi ibadah haji,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).
Jemaah juga diminta mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah demi kelancaran dan keamanan bersama.
“Kita doakan penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar dengan dukungan serta sinergi dari seluruh pihak, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi,” katanya.
Berdasarkan laporan dari PPIH Arab Saudi, hingga 22 April 2026 tercatat sudah 12 kloter telah tiba di Madinah dengan jumlah 4.823 jemaah dan 48 petugas.
Sementara itu, sebanyak 125.234 jemaah haji Indonesia bisa menikmati layanan fast track. Layanan ini beroperasi di empat bandara.
“Menghadirkan layanan fast track, ini sebagai ikhtiar efisiensi imigrasi di Tanah Air untuk menambah kenyamanan perjalanan jemaah. Layanan fast track kembali dioperasikan saat ini di empat bandara,” kata Ichsan.
Empat bandara yang mengoperasikan layanan fast track di antaranya Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 13.751 jemaah dan petugas asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede. Lalu, 12.295 jemaah dan petugas asal Embarkasi Jakarta Bekasi, dan 9.218 jemaah dan petugas asal Embarkasi Banten.
Kemudian, Bandara Adi Sumarmo Solo ada sebanyak 29.133 jemaah dan petugas, Bandara Juanda Surabaya sebanyak 44.080 jemaah dan petugas, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16.750 jemaah dan petugas.***
Editor : Fian
































