REMBANG, Lingkarjateng.id – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mulai mendorong pengembangan potensi seni rupa di Kabupaten Rembang mampu menembus pasar komersial.
Hal itu disampaikan Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Kemenekraf, Lambang Prabowo, dalam Workshop Seni Rupa untuk Aktivasi Ruang Kreatif di Rumah Merah Lasem, Rembang, Rabu, 4 November 2026.
Lambang mengatakan, upaya itu untuk memastikan potensi seni rupa daerah mendapatkan dukungan yang tepat. Menurutnya, pengembangan seni tidak cukup hanya dengan mendorong kreativitas, tetapi juga harus diikuti upaya meningkatkan nilai ekonomi karya.
“Melalui aktivasi ruang kreatif ini, kami ingin menggali potensi seniman daerah. Tidak hanya melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, tetapi juga pendampingan dalam mengembangkan nilai produk serta strategi pemasaran karya seni,” ungkapnya.
Menurut Lambang, ekosistem seni rupa yang produktif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Kemenekraf berencana melanjutkan pendampingan dengan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang pengembangan bagi seniman lokal, sekaligus memperluas peluang pemasaran karya seni rupa Rembang.
Dalam workshop tersebut, sekitar 70 pegiat seni rupa dari Rembang dan Lasem mengikuti pembekalan dari tiga praktisi seni dan pengelola ruang kreatif.
Mereka adalah Abdul Chomim dari Gentong Miring Art Gallery, Agni Malagina dari Lasem Heritage Foundation, serta Rato Tanggela dari Born Useful Studio Jakarta.
Materi yang diberikan mencakup peluang pasar dan komersialisasi seni rupa, strategi kolaborasi serta aktivasi ekosistem kreatif, hingga inovasi penciptaan karya dengan mengangkat tradisi dan kearifan lokal.
Salah seorang peserta, Abdul Rosyid Ndoyek dari Komunitas Suket Teki, Sedan, mengapresiasi kegiatan yang difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut.
“Sangat senang dengan workshop ini. Ini menjadikan kami lebih termotivasi untuk menciptakan karya seni yang lebih baik, lebih berbobot dan fenomenal,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan konkret agar seniman Rembang memiliki kesempatan mengembangkan karya dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Muslichul Basid

































