REMBANG, Lingkarjateng.id – Sebanyak 16 perempuan Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menyampaikan persoalan lingkungan dan penghidupan masyarakat pesisir melalui karya fotografi.
Hasil karya tersebut dipamerkan dalam kegiatan bertajuk Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita di Lasem, Minggu, 1 November 2026.
Program kolaborasi Coral Triangle Center (CTC) dan Photovoices International (PVI) ini menggunakan pendekatan fotografi partisipatif untuk memberikan ruang bagi perempuan dalam mendokumentasikan kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah pesisir.
Sebanyak 16 peserta mengangkat empat tema utama, yakni perikanan laut, pengelolaan sampah, produksi garam, serta pariwisata dan ekosistem mangrove.
Melalui foto dan cerita, mereka menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari penurunan hasil tangkapan rajungan, ukuran rajungan yang semakin kecil, hingga hasil tangkapan ikan dan cumi-cumi. Selain itu, harga jual hasil laut yang tidak stabil juga tak luput dari perhatian.
Nur Chriswatun Nida, salah satu peserta mengatakan kehidupan masyarakat yang bergantung pada hasil laut perlu didukung dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Bagi masyarakat di perikanan, kehidupan sehari-hari itu tergantung pada satu pendapatan, yaitu hasil melaut. Apabila lautnya tidak dijaga, dari mulai kebersihannya, alat tangkapnya, dan kesadaran orang-orang yang melaut, nanti ketersediaan sumber daya laut akan habis,” ujarnya.
Ia berharap melalui fotografi, persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir dapat diketahui berbagai pihak sehingga mendorong solusi yang dibutuhkan warga.
Selain perikanan, peserta juga menyoroti persoalan sampah di muara sungai yang menyebabkan pendangkalan dan pencemaran. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena air sungai juga dimanfaatkan dalam kegiatan produksi garam di Gedongmulyo.
Kualitas air menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas garam. Sementara itu, masyarakat menghadapi kondisi produksi garam yang semakin berlimpah, tetapi harga jualnya semakin murah.
Di sektor lain, pariwisata mulai berkembang dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru. Potensi susur pantai dan keberadaan mangrove dinilainya perlu dikelola dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Sejak 2023, Coral Triangle Center (CTC) telah bekerja sama dengan perempuan Gedongmulyo melalui sejumlah pelatihan, termasuk pengelolaan perikanan berkelanjutan dan pengembangan kepemimpinan.
Direktur Eksekutif Coral Triangle Center, Rili Djohani mengatakan keterlibatan perempuan penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pengetahuan, pengalaman, dan kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Kami berharap para perempuan ini dapat terus berkembang menjadi pemimpin dan penggerak perubahan, menginspirasi masyarakat di sekitar mereka, serta turut mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Desa Gedongmulyo dan wilayah sekitarnya,” terang Rili.
Peserta program berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, guru, pelaku usaha kecil, pembuat jaring, pengupas rajungan, petugas kebersihan pantai wisata, hingga perangkat desa.
Direktur Eksekutif Photovoices International, Tri Soekirman menjelaskan fotografi partisipatif menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman dan perspektif mereka, sekaligus mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang, Nurida Andante Islami mengatakan aspirasi yang disampaikan melalui karya foto tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk melihat kebutuhan intervensi di masyarakat.
“Apa yang telah disuarakan oleh perempuan Gedongmulyo menjadi masukan bagi kami. Melalui foto-foto yang disampaikan oleh ibu-ibu, kami akan melihat intervensi apa yang dapat dilakukan. Ibu-ibu yang telah dipersiapkan oleh CTC-PVI ini merupakan sumber daya manusia yang luar biasa. Nantinya, mereka akan kami libatkan sebagai agen untuk memberikan penjelasan kepada warga Gedongmulyo lainnya. Setelah itu, kami berharap inisiatif ini dapat direplikasi di desa-desa lain,” tuturnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar































