DEMAK, Lingkarjateng.id – Jalan Raya Pantura Sayung, Kabupaten Demak kembali tergenang air rob pada Jum’at 4 April 2025. Jalan tersebut bertahun-tahun menjadi langganan genangan saat air laut di wilayah pantai utara mengalami pasang.
Genangan juga diperparah dengan adanya hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut pada hari ini.
Berdasarkan pantauan CCTV Dishub Demak, Jum’at 4 April 2025 malam, nampak kendaraan yang melintas di Jalan Pantura Semarang-Demak berjalan pelan lantaran mengalami ketersendatan akibat genangan air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketinggian rob mencapai 10-40 cm, sehingga arus lalu lintas dari Semarang menuju ke Demak mengalami ketersendatan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang telah mengeluarkan peringatan dini terhadap banjir pesisir (rob) yang terjadi pada Jum’at 4 April 2025.
“Banjir rob, diakibatkan adanya aktifitas pasang air laut dapat mempengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir,” kata Prakirawan BMKG.
Masyarakat pesisir pantai diimbau tetap waspada terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan fenomena banjir pesisir (rob) tersebut.
Banjir rob juga berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.
“Masyakarat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” demikian imbauanya.
BMKG juga telah menginformasikan bahwa Sabtu, 5 April 2025 akan terjadi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan fenomena rob tersebut. (Lingkar Network | M. Burhanudin Aslam – Lingkarjateng.id)































