DEMAK, Lingkarjateng.id – Penggantian Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Demak yang dilakukan oleh PSSI Jawa Tengah menuai polemik.
Diketahui, PSSI Jawa Tengah melalui Surat Keputusan Nomor SKEP/12.AK/PSSI-JTG/V/2026 telah menunjuk Haris Kurniawan sebagai Plt Ketua PSSI Kabupaten Demak menggantikan Edi Sayudi.
Eks Plt Ketua Askab PSSI Demak, Edi Sayudi, menilai keputusan pergantian Plt di tingkat kabupaten/kota oleh PSSI Jawa Tengah tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan dinilai melampaui mandat yang diberikan oleh PSSI pusat.
Meski demikian, dirinya menegaskan tidak keberatan jika harus dilepas dari jabatannya. Namun, ia berharap proses pergantian dilakukan sesuai prosedur dan mengacu pada statuta organisasi.
“Pada prinsipnya kami tidak keberatan diganti, tetapi harus sesuai prosedur dan statuta FIFA maupun regulasi PSSI agar tidak menimbulkan konflik baru di kemudian hari,” ujar Edi, Minggu, 10 Mei 2026.
Edi menjelaskan, berdasarkan Statuta PSSI edisi 2025, tugas Plt PSSI provinsi adalah menjalankan roda organisasi serta mempersiapkan dan melaksanakan kongres pemilihan ketua umum di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menurutnya, tidak ada klausul yang memberikan kewenangan mengganti Plt secara sepihak.
Ia menilai langkah tersebut berpotensi melanggar statuta FIFA maupun etika organisasi dalam regulasi PSSI.
Selain itu, Edi juga menyinggung persoalan kongres Askab PSSI Demak yang hingga kini belum terlaksana. Menurutnya, pengajuan kongres pemilihan Askab Demak sebenarnya sudah dilakukan sejak 2025, namun terus tertunda karena menunggu instruksi dari PSSI pusat.
Saat ini, pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari PSSI Jawa Tengah terkait dasar hukum pergantian tersebut. Ia juga menegaskan telah mengirim surat kepada Komite Etik PSSI untuk meminta peninjauan ulang terhadap penetapan Plt PSSI Jawa Tengah serta pemberhentian sejumlah Plt ketua Askab dan Askot PSSI di Jawa Tengah.
Edi berharap dinamika yang terjadi tidak ditunggangi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ia meminta seluruh pihak tetap mengedepankan demokrasi dan menjaga integritas organisasi sepak bola.
“Tentunya ini kami kirim surat ke komite etik, supaya ada peninjauan kembali tentang penetapan kepengurusan Plt PSSI Jateng dan pelepasan bagi seluruh Plt ketua PSSI Kabupaten/kota saat ini. Apakah ada kepentingan politik atau hanya berdasarkan suka dan tidak suka,” ujarnya.
“Kami tegaskan, kami tidak keberatan di lepas, tapi kami harapkan mengedepankan demokrasi dan menjaga integritas sebuah organisasi PSSI yang begitu besar. Jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang mementingkan dirinya dan kelompok tertentu,” pungkasnya.
Diketahui, sedikitnya terdapat 10 Plt ketua Askab dan Askot PSSI di Jawa Tengah yang telah mengalami pergantian, termasuk Kabupaten Demak.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid
































