KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bergerak cepat membantu keluarga Sutinah yang sebelumnya tinggal di bedeng sempit selama enam tahun. Kini, keluarga tersebut untuk sementara menempati salah satu kios di Pasar Jepang, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati.
Wakil Bupati Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, meninjau langsung kondisi keluarga Sutinah pada Rabu, 6 Mei 2026. Dalam kunjungannya, ia memastikan pemerintah daerah tengah mengupayakan solusi jangka panjang berupa hunian yang lebih layak.
Pemkab Kudus, kata dia, telah menjalin komunikasi dengan pihak swasta untuk mendukung pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
“Kami kemarin telah berkomunikasi dengan Djarum. Kalau bisa secepatnya, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini,” ujar Bellinda.
Selain itu, Pemkab Kudus juga berencana memperbarui data sosial warga melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, mengungkapkan bahwa Sutinah masuk dalam kategori desil satu, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Ia menyebutkan, keluarga tersebut telah menerima berbagai bantuan sejak 2024.
“Mulai 2024 dapat bantuan sembako, 2025 terdaftar PBI (kesehatan), 2026 Januari–Maret juga dapat, nanti April–Juni juga dapat,” jelasnya.
Meski demikian, Sutinah hingga kini belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Dinas Sosial berencana segera mengusulkan agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan tersebut.
“PKH belum, nanti kita usulkan untuk masuk bantuan PKH,” katanya.
Sutinah pun menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia mengisahkan kondisi tempat tinggal sebelumnya yang penuh keterbatasan.
“Desak-desakan, tapi ya mau bagaimana lagi, keadaannya sudah begitu,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap kondisi hidup keluarganya dapat terus membaik seiring dengan dukungan yang diberikan berbagai pihak.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid






























