KENDAL, Lingkarjateng.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal sebesar Rp3,6 miliar.
Peletakan batu pertama pembangunan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kampung nelayan digarap di lahan seluas 2.500 meter persegi oleh PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Manajemen Konstruksi PT Agrinas Jaladri Nusantara, Agung, mengatakan kampung nelayan Gempolsewu dirancang dengan sejumlah fasilitas yang mendukung aktivitas masyarakat nelayan.
“Di antaranya bangunan shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, pabrik es portabel, bangunan tangki air, jalan kawasan, hingga infrastruktur pendukung lainnya,” ujar Agung, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kampung nelayan Gempolsewu juga akan dilengkapi dinding penahan tanah, jembatan perahu, serta penerangan jalan umum (PJU) double arm dan single arm. Perencanaan kampung nelayan dirancang memiliki titik kumpul dan jalur evakuasi.
“Jadi program pemerintah ini merupakan stimulus bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan menjadi lebih besar,” katanya.
Agung mengungkapkan pembangunan kampung nelayan Gempolsewu ditargetkan selesai dalam waktu 135 hari dengan harapan dapat dimanfaatkan pada akhir tahun 2026.
“InsyaAllah akhir tahun ini sudah bisa dimanfaatkan. Kami minta doanya semoga pembangunan bisa berjalan lancar dan sesuai waktu yang ditargetkan,” ucapnya.
Bupati Kendal Mulai Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan pembangunan kampung nelayan di Gempolsewu merupakan upaya pemerintah untuk mendukung produktivitas hasil tangkap modernisasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Bupati Tika menyebut karena keterbatasan lahan, fasilitas di kampung nelayan tersebut belum bisa lengkap
“Sebetulnya kalau lahannya ada satu hektare, kemungkinan kita mendapatkan alokasi bantuan lebih lengkap. Tetapi karena keterbatasan lahan sehingga fasilitas yang akan dibangun juga kurang lengkap. Karena di awal sosialisasi adalah satu hektare,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati Tika mengajak masyarakat untuk tetap yakin dan mendukung pembangunan kampung nelayan.
“Desa Gempolsewu 70 persen adalah nelayan. Sehingga harapannya dengan adanya KNMP ini meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi nelayan melalui rantai pasok yang lebih kuat dan berdaya saing,” tuturnya.
pihaknya berharap proses pembangunan KNMP Gempolsewu berjalan lancar tanpa kendala hingga selesai sesuai target.
“Semoga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Gempolsewu ini dapat berjalan lancar, tidak ada hambatan suatu apa pun dan cepat selesai,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























