BLORA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membuka pendaftaran seleksi pengemudi atau sopir bus sekolah gratis dengan tawaran gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Blora serta insentif Rp100 ribu untuk setiap perjalanan. Pendaftaran dibuka selama dua hari, yakni 8–9 Oktober 2026.
Pendaftaran diperuntukkan bagi warga yang memenuhi sejumlah kualifikasi. Calon pengemudi harus berdomisili di Kabupaten Blora, berusia 25–50 tahun, serta memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat.
Selain itu, pendaftar wajib memiliki pengalaman mengemudi angkutan umum penumpang dan SIM B1 yang masih berlaku. Persyaratan lainnya meliputi sehat jasmani dan rohani, memiliki SKCK yang masih berlaku, BPJS Kesehatan aktif, serta bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Pendaftaran dilayani pada pukul 08.00–14.00 WIB di Kantor Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora.
Kepala Dinrumkimhub Blora, Pujiariyanto, mengatakan proses seleksi pengemudi sudah berjalan. Sejauh ini, lima orang telah mendaftar dengan latar belakang sebagai sopir truk, angkutan kota, hingga bus.
“Pendaftar sudah ada lima. Yang terpenting persyaratan terpenuhi dan lolos administrasi,” ujar Puji, Rabu, 7 Oktober 2026.
Puji mengatakan sopir yang dinyatakan lolos nantinya bekerja dengan sistem kontrak. Selain memperoleh gaji minimal sesuai UMK Blora, mereka juga mendapatkan tambahan insentif berdasarkan perjalanan yang dilakukan.
“Panitianya dari Satlantas Polres Blora,” jelasnya.
Puji mengungkapkan bus sekolah gratis tersebut disiapkan untuk melayani rute Kunduran-Blora. Layanan direncanakan berjalan dua kali sehari, yakni mengantar siswa pada pagi hari dan menjemput mereka saat jam pulang sekolah.
“Satu bus memiliki kapasitas sekitar 25 penumpang. Siswa yang menggunakan layanan tersebut tidak dipungut biaya,” terangnya.
Meski proses perekrutan pengemudi berlangsung, bus sekolah belum dapat langsung dioperasikan. Pemkab Blora masih menyelesaikan administrasi kendaraan melalui Samsat.
“Saat ini masih diurus di Samsat,” ujarnya.
Untuk menunjang layanan tersebut, Pemkab Blora sebelumnya telah menyiapkan anggaran operasional sebesar Rp48 juta. Anggaran itu dialokasikan untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan gaji pengemudi.
Pemkab Blora menargetkan peluncuran bus sekolah gratis pada akhir Oktober 2026. Sementara operasional penuh layanan tersebut direncanakan berlangsung pada November hingga Desember.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi sopir bus sekolah gratis Pemkab Blora bisa melihat ketentuan lengkapnya di link berikut https://bit.ly/PendaftaranSeleksiPengemudiBusSekolah2026KabBlora.
Jurnalis: Lingkar Network/Eko Wicaksono
Editor: Muslichul Basid
































