KUDUS, Lingkarjateng.id – Buruh di Kabupaten Kudus turut mengikuti kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Meski begitu, jumlah peserta yang diberangkatkan terbatas.
Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus, Andreas Hua, menyampaikan bahwa hanya dua bus yang diberangkatkan dari Kudus menuju Jakarta.
“Dari Kudus ada dua bus yang berangkat ke sana. Tidak bisa all out karena di sini juga ada kegiatan,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, keikutsertaan buruh Kudus dalam peringatan May Day di Jakarta bukan untuk melakukan aksi anarkis, melainkan sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan Hari Buruh yang rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
“Tujuannya baik, ke sana bukan untuk membuat huru hara dan seterusnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, para buruh yang berangkat diharapkan dapat menjaga ketertiban serta menunjukkan citra positif pekerja dari Kudus di tingkat nasional.
Sementara itu, peringatan May Day di Kudus sendiri tetap digelar secara lokal melalui kegiatan sarasehan, doa bersama, dan dialog terbuka antara buruh, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain doa bersama, acara juga diisi pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk syukur atas kontribusi buruh terhadap pembangunan daerah.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa buruh merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa dan daerah.
“Buruh adalah bagian penting pembangunan negeri ini. Atas nama Pemkab Kudus, kami mengucapkan terima kasih karena peringatan May Day di Kudus berlangsung santun, tertib, dan penuh kebersamaan,” ujar Sam’ani.
la juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap buruh Kudus yang memilih memperingati May Day melalui kegiatan positif dan dialogis dibanding aksi konfrontatif.
“Ini bukti bahwa buruh di Kudus bisa berinteraksi dengan siapa pun, menjaga kondusivitas, dan tetap menyampaikan aspirasi secara bermartabat,” imbuhnya.
Dengan pembagian partisipasi tersebut, buruh Kudus tetap dapat hadir di dua momentum sekaligus, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar






























