Demak (lingkarjateng.id) – Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Demak resmi dibuka, Rabu (22/4). Kegiatan ini wujud sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” pembukaan ditandai dengan apel bersama dan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, dengan didampingi Dandim 0716/Demak.
Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
“TMMD adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi penting dalam pembangunan nasional.
“Melalui TMMD ini diharapkan tercipta ruang juang yang tangguh serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Arm Dony Romansah, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
“Pelaksanaan TMM Sengkuyung Tahap II ini dilakukan selama selama 30 hari, mulai hari ini 22 April hingga 21 Mei 2026 mendatang,” kata Letkol Arm Dony Romansah.
Dia menerangkan, program TMMD kali ini difokuskan pada dua pilar utama, yakni kegiatan fisik dan non-fisik.
“Pada sasaran fisik, program ini mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur pedesaan seperti pembukaan jalan baru, rehabilitasi jembatan, pembangunan sarana irigasi, fasilitas sanitasi, hingga perbaikan rumah tidak layak huni guna mendukung mobilitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Selain itu, sasaran non-fisik juga menjadi perhatian melalui berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
“Sasaran non-fisik diarahkan pada pembangunan karakter masyarakat melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, edukasi kesehatan termasuk pencegahan stunting, serta sosialisasi bahaya narkoba,” tambahnya.
Melalui program ini, diharapkan percepatan pembangunan di wilayah pedesaan dapat terwujud secara merata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Demak. ***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian





























