Kab. Semarang (lingkarjateng.id) – Berbagai rencana pembangunan muncul di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2027.
Kegiatan Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2027 mengusung tema “Penguatan Pondasi Daya Saing SDM dan Ekonomi dalam Keberlanjutan Kabupaten Semarang Berdikari”.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan jika, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyatukan apirasi yang ada di Kabupaten Semarang.
“Selain menjadi wadah strategis untuk menyatukan aspirasi, kegiatan ini juga untuk menyelaraskan program, serta merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih terarah, inklusi, dan berkelanjutan,” katanya, Senin (30/3).
Ngesti Nugraha menambahkan, selain beberapa tujuan tersebut, melalui tema yang diusung pun juga menjadi komitmen bersama, untuk mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan ekonomi daerah.
Salah satu hal yang dibahas dalam Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2027 itu, kata Ngesti Nugraha, pihaknya akan berkomitmen bergerak cepat dalam melakukan penanganan bencana alam yang akhir-akhir ini kerap melanda Kabupaten Semarang.
“Berbagai antisipasi, serta penanganan kami lakukan cepat dan terarah, supaya masyarakat kita yang terdampak bencana alam ini bisa melanjutkan hidup mereka,” bebernya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohing menyampaikan apresiasinya kepada kinerja yang dilakukan Pemkab Semarang. Ia meminta Pemkab Semarang tidak cepat berpuas diri, sebab masih banyak tantangan dan pekerjaan untuk diselesaikan.
Bondan Marutohening menyoroti angka kemiskinan di Kabupaten Semarang yang dirasa masih cukup tinggi, yaitu di angka 6,30 persen atau 70.000 jiwa.
“Ini PR besar juga bagi Pemkab Semarang untuk segera dapat mengentaskan angka kemiskinan itu, karena berdasarkan data masih ada 6,30 persen atau 70 ribu jiwa yang saat ini masih perlu kerja keras untuk terlepas dari belenggu kemiskinan, apalagi data dari Kementerian Sosial dan BPS saat ini berbeda soal kategori kemiskinan itu,” ujarnya.
Selain itu, infrastruktur juga menjadi sorotan utama lainnya bagi Bondan, khususnya masalah jalan berlubang. Ia mengaku masih seringkali menerima keluhan dari masyarakat tentang jalan rusak atau berlubang.
“Oleh karena itu kami mengimbau Pemkab Semarang untuk bisa mengalokasikan anggaran perbaikan jalan ini setidaknya mendekati cukup,” tegas dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro menegaskan bahwa Pemkab Semarang akan melakukan pembangunan prioritas di tahun 2027 mendatang.
Pembangunan prioritas yang dimaksud yakni revitalisasi kawasan Tegalrejo, di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas atau yang lebih dikenal dengan wilayah Tegalpanas. “Kemudian ada rencana pembangunan penanganan sampah habis di tempat, TPS3R, dan limbah lindi di TPA Blondo,” imbuh dia.
Selain itu, pembangunan prioritas lainnya disebutkan Kendro ialah persiapan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) atau Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
“Ada juga rencana pembangunan infrastruktur mendukung aglomerasi Bokor (Borobudur-Kopeng-Rawa Pening). Juga ada efisiensi dan meterisasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU),” jelasnya.
“Dan juga rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Semarang di wilayah bagian selatan, khususnya di Tengaran,” pungkasnya Kendro. ***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian































