Kab. Semarang (lingkarjateng.id) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan ekspor seluruh produk garmen di Indonesia tidak terpengaruh oleh kondisi politik global, khususnya di Timur Tengah.
Hal itu diungkapkan Rachmat Pambudy saat meninjau sekaligus melepas ekspor produk garmen PT Inti Sukses Garmindo (ISG) di Kelurahan Hardjosari, Bawen, Kabupaten Semarang dengan tujuan ekspor ke Amerika Serikat.
“Ekspor ini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja. Selain itu, ekspor ini juga menjadi salah satu sumber kemakmuran masyarakat di Jawa Tengah,” kata Rachmat Pambudy, Rabu (29/4).
Dia menargetkan bahwa seluruh industri garmen di Indonesia saat ini harus semakin bertambah bagus, karena sebutnya insentif fiskal dari Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian nantinya juga pasti akan ada arahan ke sana.
“Itu pasti, dari Kemenkeu dan Menko Perekonomian pasti nantinya juga akan ada arahan perencanaan ke hal ekspor khusus untuk produk garmen itu. Kami harap seluruh industri garmen harus lebih bagus dan semakin bagus lagi,” imbuhnya.
Hal itu berlandaskan pada perkembangan terkini, dimana di tahun 2026 pemerintah Indonesia melalui Kemenkeu dan Menko Perekonomian menerapkan kebijakan fiskal suportif untuk meningkatkan daya saing ekspor khususnya di produk garmen.
Itu berkaitan erat dengan kondisi saat ini, dimana tarif impor di negara tujuan semakin tinggi tarifnya, sehingga harus ada sejumlah penyesuaian-penyesuaian sejumlah tarif tersebut.
Pada kesempatan itu, Kepala Bappenas yang juga didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha berpesan dan mengingatkan untuk tetap semangat bekerja khusus untuk para pekerja di PT ISG.
“Dan khusus untuk manajemen perusahaan, kami ingatkan selalu untuk terus menjamin kesejahteraan para pekerja, seperti insentif atas kerja keras mereka,” bebernya.
Termasuknya, memperhatikan kesehatan para pekerjanya, sebab hal itu berkaitan erat dengan produktivitas demi keberlangsungan ekspor produk garmen. “Dan ketika produktivitas mereka bagus, jangan ragu untuk menaikkan gaji mereka,” selorohnya.
Sementara itu, Direktur Marketing PT ISG, Henry Leo Putra menambahkan bahwa ekspor produk garmen ke pasar luar negeri ini selalu ada di perusahaan tersebut. “Setiap bulan, kami rutin melakukan ekspor produk garmen ke luar negeri,” imbuhnya.
Dia menyebut khusus ekspor produk garmen ke Amerika Serikat kali ini, ada 22.395 potong produk garmen dari PT ISG ke pasar Amerika Serikat. “Jadi bisa kami tegaskan, untuk ekspor produk garmen kami tidak terpengaruh masalah geopolitik maupun adanya konflik di Timur Tengah,” tegasnya. ***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian































