SALATIGA, Lingkarjateng.id – Volume sampah selama momen Lebaran 2026 di Kota Salatiga tercatat mengalami kenaikan sebanyak 7 ton.
Sementara pada kondisi normal, sampah di Kota Salatiga mencapai sekitar 80 ton per hari pada periode 18-24 Maret.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut partisipasi masyarakat dalam upaya penurunan volume sampah, khususnya pada momen lebaran masih menjadi pekerjaan rumah (PR).
“Kesadaran sudah ada, tetapi belum mampu menurunkan volume sampah secara signifikan. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Kepala DLH Kota Salatiga Yunus Juniadi, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menyatakan, bahwa partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam menekan volume sampah, khususnya saat konsumsi meningkat di hari raya. Meski demikian, Yunus menyebut kenaikan volume sampah saat lebaran di Salatiga masih tergolong wajar dan tidak signifikan.
“Peningkatan tidak terlalu tinggi, masih dalam batas normal saat Lebaran,” ujarnya.
Lebih jauh Yunus mengungkapkan, dari sisi komposisi, sampah organik mendominasi hingga sekitar 50 persen, yang sebagian besar berasal dari sisa makanan. Sementara sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik kemasan, sachet, dan residu lainnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Yunus, DLH berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat ditingkatkan agar pengelolaan sampah di Kota Salatiga bisa lebih optimal kedepannya.
“Perlu peran bersama, tidak hanya pemerintah. Masyarakat punya peran penting dalam mengurangi sampah dari sumbernya,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































