SEMARANG, Lingkarjateng.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Semarang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Semarang.
Beberapa pohon dilaporkan menimpa kendaraan roda empat maupun pengendara sepeda motor. Meski demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia, terutama akibat kemunculan beberapa bibit siklon tropis.
“Angin kencang kemarin terpantau adanya bibit Siklon Tropis 90S di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, bibit Siklon Tropis 93S di perairan barat Australia, dan bibit Siklon 92P di Teluk Carpentaria yang menyebabkan terbentuknya belokan dan pertemuan angin,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Risca mengatakan belokan dan pertemuan angin atau konvergensi tersebut meningkatkan suplai massa udara basah di wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, kondisi tersebut mendukung terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Ia menambahkan, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi hingga 7 Maret 2026. BMKG akan terus memperbarui informasi apabila kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.
“Kami akan terus melakukan pembaruan informasi apabila masih terdapat potensi cuaca ekstrem,” katanya.
Berdasarkan hasil pengamatan terbaru, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian utara, terutama di kawasan Pantai Utara (Pantura) dari wilayah barat hingga timur, serta beberapa daerah di wilayah tengah provinsi tersebut.
Risca mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat dapat rutin memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi kami, serta mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan kuat, terutama jika konstruksinya sudah mulai rapuh. Warga juga diminta menunda perjalanan apabila terjadi cuaca buruk atau terdapat peringatan dini cuaca ekstrem dari pihak berwenang.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid































