SEMARANG, Lingkarjateng.id – Belasan rumah warga di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengalami kerusakan yang diduga terdampak proyek pembangunan Jalan Gombel Lama dan Mall Pakuwon.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, berencana meninjau langsung belasan rumah warga yang terdampak.
“Besok kita akan lihat dan tinjau ke sana,” kata Agustina saat ditemui, Jumat petang, 12 Juni 2026.
Sebelumnya, Ketua RT 5/RW 5 Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Gimin, menyebut terdapat sekitar 19 rumah milik 16 kepala keluarga yang mengalami kerusakan berupa retakan dinding.
Selain kerusakan bangunan, warga juga terdampak debu serta menurunnya aktivitas ekonomi, khususnya UMKM di sekitar lokasi proyek.
“Sementara ini saya melaporkan Ada 19 rumah dari 16 KK. Dampaknya itu ya keretakan rumah, terus debu-debu. dan juga UMKM-nya juga kedampak,” ujarnya.
Untuk proyek perbaikan Jalan Gombel Lama yang dikerjakan PT Galatama, warga yang berada dalam radius 100 meter disebut akan mendapatkan kompensasi apabila mengalami kerugian atau kerusakan bangunan.
“kalau yang pengerjaan jalan ini dari PT Galatama mau ganti, mau memperbaiki,” katanya.
Sementara itu, untuk proyek pembangunan Mall Pakuwon, warga mengaku sebelumnya juga telah dijanjikan kompensasi atas kerusakan rumah. Namun hingga kini, proses pendataan dan pengajuan masih berlangsung.
“Kompensasinya mau memperbaiki jika ada keretakan-keretakan rumah warga. Karena sudah difoto-foto rumah per rumah semua, baru kemarin saya tuh pengajuan,” ujarnya.
Gimin juga menyebut hingga saat ini belum ada pendampingan langsung dari dinas terkait. Warga masih melakukan pelaporan secara berjenjang melalui RT, RW, hingga kelurahan.
“Kalau pendampingan dari dinas belum ada. Kita masih pengajuan sendiri. dari warga pengajuan ke RT, saya ke RW, RW baru ke Kelurahan,” jelasnya.
Salah satu warga terdampak, Parjono, mengaku kerusakan rumahnya semakin parah sejak dimulainya pembangunan Mall Pakuwon. Retakan yang sebelumnya kecil kini melebar dan mengkhawatirkan.
“Kalau dulu waktu itu hanya bentet-bentet gitu toh. Sedikit. Iya. Terus selama ini (red., Mall Pakuwon) mulai dibangun, kondisi retakan menjadi parah,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia mengaku khawatir rumahnya bisa roboh sewaktu-waktu, namun tetap bertahan karena rumah tersebut menjadi satu-satunya tempat tinggal keluarga.
“Sebetulnya khawatir karena memang kondisinya rusak, barang baik jadi remuk, tapi mau gimana lagi,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid































