SEMARANG, Lingkarjateng.id – Jawa Tengah menunjukkan kinerja ekonomi yang tetap kuat meski di tengah perlambatan ekonomi global. Pada usia ke-81, per semester I-2026 pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen secara kumulatif (c-to-c), di atas pertumbuhan nasional.
Kepala BPS Jateng Ali Said menyebut kontribusi Jateng terhadap ekonomi Pulau Jawa mencapai 14,50 persen dan 8,19 persen terhadap perekonomian nasional.
“Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional,” kata Ali, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kinerja ekonomi turut diikuti penurunan kemiskinan. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin tercatat 3,29 juta orang atau 9,21 persen, turun 59.390 orang dibanding September 2025.
Di sektor investasi, realisasi Semester I-2026 mencapai Rp48,54 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan,” ujar Luthfi.



Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

































