KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, membuka gelaran Juwero Food Festival di Lapangan Sepak Bola Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Minggu, 16 Agustus 2026.
Festival tersebut merupakan bagian dari kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Ayo Dolan Kendal Ra!”, acara itu memadukan promosi destinasi wisata dengan bazar kuliner dan pertunjukan seni budaya.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika mengatakan festival tersebut menjadi media untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.
“Dalam festival ini, masyarakat yang hobi kulineran dapat mencari berbagai macam kuliner, jajanan dan makanan favorit. Kegiatan ini sekaligus bentuk promosi wisata Kabupaten Kendal. Sehingga harapannya bisa menciptakan ruang hiburan yang menarik dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, khususnya melalui UMKM, seni dan budaya,” ujarnya.
Menurut Tika, kawasan Dusun Juwero, Desa Triharjo, memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Selain hasil hutan berupa kayu jati dan mahoni, kawasan tersebut menyimpan sejumlah peninggalan sejarah dan destinasi wisata.
Salah satunya Bendung Juwero yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda dan dibangun pada 1852.
Selain itu, terdapat Jembatan Gantung Juwero yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi penghubung Desa Triharjo dengan Desa Pekuncen/Sojomerto.
Kawasan tersebut juga memiliki Juwero Hill. Area di sekitar bendungan itu menjadi salah satu lokasi yang didatangi masyarakat untuk menikmati panorama sungai sekaligus nuansa masa lalu.
“Harapannya melalui event ini Desa Triharjo semakin dikenal luas sebagai daerah tujuan wisata budaya dan kuliner,” harapnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Achmad Ircham Chalid, mengatakan festival kuliner sengaja dipilih sebagai kemasan promosi agar potensi wisata di Desa Triharjo lebih mudah menarik minat masyarakat.
“Kegiatan ini dalam rangka mempromosikan tempat wisata yang ada di Desa Triharjo yang kita kemas dengan food festival. Kita ingin juga menampilkan kuliner khas yang ada di sekitar Juwero,” katanya.
Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, tetapi juga memperkenalkan produk kuliner lokal kepada pengunjung.
Sementara itu, Kepala Desa Triharjo Rilo Akrori mengatakan rangkaian Juwero Food Festival dibuat lebih beragam dengan menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional dan hiburan masyarakat.
“Selain bazar kuliner, kegiatan Juwero Food Festival juga diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya, barongan, kuda lumping, hiburan dangdut dan jalan sehat,” ungkapnya.
Rilo berharap festival tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan sehingga promosi potensi Desa Triharjo, terutama kawasan Juwero, dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Harapannya ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Anggota Dewan Ibu Aparamita, karena kegiatan ini terlaksana atas aspirasi beliau,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid

































