PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyediakan layanan laboratorium yang lengkap dan terjangkau.
Berlokasi di Jalan Rinjani Nomor 2, utara Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Labkesda kini melayani pemeriksaan baik untuk kebutuhan medis maupun kesehatan lingkungan.
Kasubag TU UPTD Labkesda, Rohmanto Eko Sriyono menjelaskan bahwa layanan yang disediakan terbagi menjadi dua kategori utama, yakni pelayanan medis dan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Untuk layanan medis meliputi pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, tes narkoba, hingga medical check up pegawai. Termasuk juga pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji yang baru-baru ini kami laksanakan,” ujarnya, Rabu, 5 November 2025.
Adapun pelayanan kesehatan masyarakat mencakup pemeriksaan kualitas pangan dan air, seperti program MBG, pemeriksaan air bersih, air minum, serta air limbah. Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas terlatih dari Labkesda untuk memastikan hasil akurat dan sesuai standar.
Rohmanto menambahkan, masyarakat yang ingin memeriksakan diri dapat langsung datang dengan membawa KTP atau surat rujukan. Namun, tanpa rujukan pun tetap bisa dilayani karena tersedia dokter umum yang akan melakukan pemeriksaan awal.
“Setelah pemeriksaan awal, sampel akan diambil dan hasilnya bisa diambil langsung atau dikirim melalui WhatsApp, jadi masyarakat tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.
Untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, hasil analisis umumnya keluar dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja. Sementara jam operasional pelayanan dibuka setiap Senin–Kamis pukul 07.30–11.00 WIB dan Jumat pukul 07.30–10.00 WIB untuk pendaftaran dan pengambilan sampel medis. Pemeriksaan pangan dan air berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Lebih lanjut, Rohmanto mengimbau masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun.
“Gula darah dan kolesterol sebaiknya dicek minimal setiap enam bulan sekali, karena banyak penyakit muncul tanpa gejala,” tuturnya.
Saat ini, biaya layanan Labkesda masih mengikuti tarif BLUD. Namun, pihaknya tengah memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan ke depan lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
“Kerja sama dengan BPJS tentu menjadi langkah penting agar pelayanan semakin luas dan inklusif,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S





























