Kudus (lingkarjateng.id) – Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kudus belum bisa memenuhi target laba pendapatan pada tahun 2025 lalu. Dari lima perusahaan plat merah milik Pemkab Kudus, dua BUMD sektor perbankan sukses melampaui target laba.
Sementara tiga BUMD lainnya belum berhasil memenuhi target yang ditetapkan, meski tetap mencatatkan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus, Nurul Haji Hidayati menjelaskan, dua perusda yang berhasil melampaui target adalah PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) dan PT BPR BKK Kudus (Perseroda).
Performa PT BPR Bank Daerah Kudus menjadi yang paling menonjol dengan realisasi laba melesat hingga lebih dari 234 persen dari target. “Langkah impresif ini diikuti PT BPR BKK Kudus dengan realisasi laba sebesar 123 persen,” ungkap Nurul, saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).
PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) mampu mencatat realisasi laba sekitar Rp 1,043 miliar dari target sebesar Rp 445 juta. Kemudian untuk laba pendapatan yang berhasil dikumpulkan PT BPR BKK Kudus di tahun 2025 sebesar Rp 6,745 miliar dari target yang dibebankan sebesar Rp 5,471 miliar.
Sebaliknya, tiga BUMD terpaksa rapor merah dalam pemenuhan target laba 2025. Ketiganya adalah PD Percetakan Kabupaten Kudus, PD Apotek Kabupaten Kudus, dan Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus.
“Kendala operasional dan pemenuhan target tahunan menjadi catatan evaluasi bagi ketiga perusahaan pelat merah tersebut,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten Kudus, pada tahun 2025 lalu, PD Percetakan hanya mampu membukukan laba sebesar Rp 81,2 juta dari target Rp 160,1 juta. Dengan capaian tersebut, realisasi laba perusahaan baru mencapai 50,75 persen dari target yang telah ditentukan.
Sementara itu, PD Apotek Kabupaten Kudus mencatat laba sebesar Rp 89,2 juta dari target Rp 105,4 juta atau terealisasi sebesar 84,62 persen.
Adapun Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus memperoleh laba sekitar Rp 4,8 miliar sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut masih berada di bawah target yang dibebankan sebesar Rp 6,7 miliar atau hanya terealisasi sekitar 71,95 persen.
Meski gagal mencapai target di tahun 2025, Nurul memberikan catatan positif terkait performa internal ketiga BUMD tersebut. Realisasi aktual laba bersih di tiga BUMD tersebut pada tahun 2025 terbukti lebih tinggi jika dibandingkan dengan perolehan laba pada tahun 2024.
“Hal ini menunjukkan adanya tren pertumbuhan positif dan peningkatan efisiensi, meskipun belum mampu memenuhi ekspektasi target tinggi yang direncanakan,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan, berdasarkan laporan laba/rugi yang diterima awal tahun 2025, laba PD Percetakan pada tahun 2024 mencapai Rp 246,254 juta. Jumlah tersebut lebih besar dari realisai laba tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp165,086 juta.
Kemudian realisasi laba PD Apotek tahun 2024 sebesar Rp96,130 juta atau 101,54 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp94,66 juta. Jumlah ini lebih besar dari realisasi laba tahun 2023, yakni sebesar Rp85,500 juta.
Sedangkan realisasi laba Perumda Tirta Muria tarcapai Rp4,72 miliar atau 100,02 persen dari target Rp4,726 miliar. Realisasi laba tahun 2024 ada peningkatan dibanding tahun 2023 lalu, yaitu sebesar Rp4,502 miliar.
Lebih lanjut, untuk realisasi laba PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda), hingga akhir tahun 2024 kemarin mencapai Rp525,176 juta atau 131,22 persen dari target sebesar Rp400,233 juta.
Realisasi dan target laba PT BPR Bank Daerah tahun 2024 ada penurunan dari tahun 2023 yang sebesar Rp1,253 miliar. Lalu laba untuk PT BPR BKK Kudus hanya tercapai 69,57 persen atau sebesar Rp4,194 miliar dari target Rp6,029 miliar. Dibanding realisasi laba tahun 2023, ada peningkatan yang tercapai Rp5,476 miliar.***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian






























