SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memprioritaskan anggaran pendidikan dari pembangunan sekolah ke beasiswa peserta didik.
Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat memberi sambutan dalam kegiatan di Kejaksaan Negeri Kota Semarang pada Selasa, 18 Maret 2025.
“Mungkin hari ini beredar bahwa Kota Semarang mengurangi anggaran pendidikan, tentu harus kami luruskan, karena kita memang merubah prioritas dari bangunan menjadi beasiswa. Karena sasarannya akan menjadi lebih banyak. Bangunan kan yang menikmati hanya sedikit, kemudian kalau beasiswa atau itu yang menikmati bisa kemana-mana, lebih merata,” jelasnya.
Agustin menyampaikan bahwa dalam masa transisi saat ini, pihaknya masih melakukan persiapan untuk menjalankan sejumlah program yang direncanakan.
“Persiapan-persiapan itu kita harapkan akan selesai semua pada bulan Juni, sehingga pada bulan Juli semua akan berjalan dengan baik, dan mungkin kita baru bisa melihat bagaimana kita akan berbuat lebih banyak kepada masyarakat khususnya dibidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ucap Agustin.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat anggaran yang harus disesuaikan dengan program yang telah direncanakan untuk membangun Kota Semarang.
“Jadi tidak mudah dilaksanakan karena kita berada dalam proses pengalihan kekuasaan, ada yang kita pikir ini boleh tapi ternyata tidak. Ada yang kita pikir ini bisa dilaksanakan sekarang, ternyata harus menunggu perubahan anggaran dan lain sebagainya,” tuturnya.
Namun, Agustin memastikan akan akan menambah anggaran di sektor kesehatan, terutama pada program UHC, serta pemerataan infrastruktur di wilayah perbatasan Kota Semarang.
“Kemudian kita juga akan pindahkan ke tambahan UHC, dan tentu juga pemerataan infrastruktur di tempat-tempat yang selama ini diaku-aku selama berpuluh-puluh tahun, mungkin karena belum tersentuh dan anggarannya belum mencukupi maka di wilayah-wilayah perbatasan kita akan melakukan upaya perbaikan infrastruktur utamanya adalah jalan, jembatan, jembatan desa, jembatan penghubung antarkecamatan, drainase, kemudian selokan-selokan,” tandasnya.
Untuk pembangunan dan infrastruktur, Agustin mempercayakannya kepada Wali Kota Semarang, Iswar Aminudin.
“Wakil kami ini ahli infrastruktur. Kalau bangun jalan, pinggirnya itu selokannya harus dibuat, karena kalau ngga usia jalan itu ngga lama, nah kita agak lebih banyak uangnya tapi usia jalannya itu menjadi lebih awet,” pungkasnya. (Lingkar Network | Syahril Muadz – Lingkarjateng.id)































